oleh

Lestarikan Bahasa Using, Imam Baihaki Sukses Jadi Selebgram

KabarBanyuwangi.co.id – Seorang warga Lugjag, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi bernama Imam Baihaki (30) berhasil mencuri perhatian netizen lewat lelucon uniknya. Menampilkan sejumlah video sederhana dikemas dengan monolog berbahasa Using yang kental aksen, mengantarkannya menjadi seorang Selebgram.

Imam mengatakan, videonya pertama kali viral tepat di bulan Agustus 2019.

“Awalnya saya kaget. Nggak nyangka aja, padahal niatnya iseng untuk lucu-lucuan,” tambah Imam yang menjawab wawancara tim kabarkbanyuwangi.co.id dengan berbahasa Using, Jumat (25/09/2020).

Pria berkumis tebal yang selalu bangga menggunakan tagline ‘Putune Minak Jinggo’ ini viral lewat video berdurasi hanya 20 detik. Video viral itu merekam Imam celatu atau berceloteh, untuk mengingatkan para warga Banyuwangi, khususnya anak-anak muda, karena mulai malu berbincang dengan Bahasa Using.

Tangkapan layar dari video yang membuat Imam pertama kali viral. (Foto: screenshoot video Instagram @imambaihaki_90)
Tangkapan layar dari video yang membuat Imam pertama kali viral. (Foto: screenshoot video Instagram @imambaihaki_90)

Berceloteh dengan Bahasa Using lengkap dengan aksen yang kental, khas dan gaya lucunya itu membuat Imam Baihaki terpampang di berbagai media sosial, mulai dari Instagram, Facebook hingga status WhatsApp. Sebagai seorang selebgram atau influencer yang dikenal banyak orang, Imam menuturkan bahwa saat ini ia harus bisa menjaga sikap.

“Biasanya sih saya mau kemana-mana bebas nggak ada yang ngelihatin, tapi sekarang mau mandi di sungai aja takut ada yang ngerekam,” kata Imam sambil bergurau.

Baca Juga: Demy Kehilangan 38 Job Manggung Akibat Corona

Baca Juga: Adistya Mayasari, Masih Terus Berkaya Lewat Dunia Maya

Baca Juga: Virgie Hassan Penuhi Request Penggemar, Jawab Lewat Channel Youtube

Memiliki khas gayanya yang selalu tegas namun lucu pada setiap videonya, mampu memberikan pesan moral yang positif kepada para penonton.

“Konten saya tunjuannya cuma menghibur, agar orang-orang ini ikut melestarikan Bahasa Using. Bukannya mengurui bagaimana Bahasa Using yang benar, karena memang masing-masing daerah memiliki perbedaan penuturan bahasa,” tambah Imam.

Dibantu sejumlah temannya, Imam juga menyediakan layanan sebagai media promosi atau biasa disebut endorse. Saat ini untuk bisa dipromosikan Imam, sejumlah produk harus rela mengantri. Ada juga salah satu produk lokal yang menjadikan Imam Baihaki sebagai brand ambasador.

“Apapun itu produknya, selalu kita layani dengan baik. Sempat ada salah satu paslon cabup-cawabup yang ingin dipromosikan, tetapi saya tolak. Pokok jangan politik, karena saya memang netral tidak mau sampai ke arah sana,” tegas Imam yang saat ini memiliki produk sendiri, yakni Pentol Ee Lur dan Kopi Brengos.

Meskipun kontennya berisi promosi, Imam juga selalu menyelipi leluconnya yang khas, untuk membuat para penonton selalu terhibur. Di masa pandemi seperti ini, jadwal setiap harinya masih dipenuhi berbagai konten promosi yang harus diselesaikan.

“Kalau lihat video Imam, bisa menghilangkan rasa penat. Selain lucu, dia juga bisa dijadikan saudara,” jelas Dhemonk yang waktu itu sempat promosi ke Imam, namun saat ini keduanya menjadi kerabat.

Imam ketika mempromosikan produk dengan tetap bergaya lucu. (Foto: istimewa)
Imam ketika mempromosikan produk dengan tetap bergaya lucu. (Foto: istimewa)

Cella, gitaris dari Kotak Band yang memang orang asli Banyuwangi ini, menjadi salah satu penonton setia Imam. Lewat akun Instagramnya yang bercentang biru, seorang musisi Ibukota ini selalu aktif menurunkan komentar di video Instagram milik Imam.

“Naaaah nyelatu gedigi isun demen, sampe kepintut nahan monyik,” tulis salah satu komentar Cella dengan Bahasa Using yang berarti “Nah berceloteh begini saya suka, sampai tiba-tiba kentut menahan tawa,” ucapnya.

Selalu aktif mengisi konten, baik itu di Instagram, Facebook hingga YouTube membuatnya berhasil mengaet banyak penonton. Walaupun bukan seorang penyanyi, Imam juga mengeluarkan beberapa single lagu, yakni ‘Jerangkong Urip’ dan ‘Kembange Ati’ yang saat itu di produksi langsung oleh produser musik ternama di Banyuwangi.

Sementara itu, Rizal salah seorang yang sering menonton video di Channel Youtube Imam Baihaki saat dimintai komentar oleh tim kabarbanyuwangi.co.id menyampaikan, dirinya juga sangat tertarik dengan pesan moral yang disampaikan. Namun demikian dalam narasi yang diucapkan masih ada kata-kata yang kurang pas untuk disampiakan di media sosial.

“Ya saya sering nonton di YouTube dan dan Facebook, sebenarnya bagus pesan moralnya, tapi menurut saya masih ada yang kurang pas yang ducapkan. Misalnya ucapan yang menyebut ‘Raine siro’. Dalam Bahasa Using, ‘Rai‘ itu kan muka? Kalau bisa sih jangan ada ucapan yang seperti itu. Karena masih banyak ucapan yang lebih sopan lagi untuk disampaikan. Kuatirnya ditiru anak-anak kecil,” pesan Rizal.

Rizal berharap kepada Imam Baihaki terus berkarya untuk tetap memberikan pesan moral yang positif melalui media sosial dengan berbagai macam tema. Karena saat ini media sosial merupakan media yang paling efektif untuk menyebarluaskan informasi disaat masa pandemi sepert saat ini. (man)

_blank