oleh

Menakar Kekuatan Yusuf Widyatmoko Pada Pilkada Banyuwangi Pasca Dipecat PDIP

KabarBanyuwangi,co.id – Pilkada Banyuwangi 2020 semakin memanas. Yusuf Widyatmoko Calon Bupati Banyuwangi yang diusung oleh PKB, Partai Demokrat, Golkar dan PKS, secara resmi dipecat dari keanggotaan PDIP.

Pemecatan tertuang pada Surat Keputusan (SK) Nomor 63/KPTS/DPP/X/2020 tertanggal 01 Oktober 2020, ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Menanggapi pemecatan tersebut, Yusuf Widyatmoko mengaku menerima dengan legowo dan menerima keputusan partai. Yusuf yang pernah menjadi Ketua DPC PDIP Banyuwangi, menjabat Ketua DPRD Banyuwangi dan menjabat Wakil Bupati Banyuwangi dari PDIP, memang mengakar namanya di akar rumput PDIP Banyuwangi.
Baca Juga: Resmi Dipecat PDIP, Mas Yusuf Nyatakan Sikap Lapang Dada

Bagi saya, dengan dipecatnya Pak Yusuf dari PDIP, menunjukkan kekuatannya dalam Pilkada Banyuwangi tidak bisa dianggap remeh. Yusuf di dunia politik lokal Banyuwangi, bukan sosok baru. Kesuksesan Anas dalam memimpin Banyuwangi dua periode, juga tidak lepas dari sosok Yusuf sebagai Wakil Bupati.

Apalagi, dalam Pilkada Banyuwangi kali ini, Yusuf Widyatmoko berpasangan dengan KH. Mohammad Riza Aziziy, atau Gus Riza. Itu membuat pasangan keduanya, bisa saling melengkapi dan kolaborasi dalam memimpin Banyuwangi.
Baca Juga: Diusung Demokrat dan PKB Sebagai Cabup Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko Dipecat dari PDIP

Perkembangan politik Banyuwangi sangat dinamis, semua kemungkinan masih sangat serba terjadi. Tergantung kerja keras para calon, dalam memanfaatkan sisa waktu yang ada. Hanya saja, kekuatan Yusuf-Gus Riza tidak bisa dianggap enteng, mengingat disadari atau tidak, Yusuf Widyatmoko adalah juga tokoh sentral PDIP di pemerintahan dan segudang pengalaman telah dicicipinya.

Figur muda Gus Riza, juga tidak bisa disepelekan dengan pengalaman organisasi dan kapasitas akademiknya. Gus Riza merupakan putra Pengasuh Blokagung, KH. Hisyam Syafa’at, yang memiliki basis alumni pesantren seantero Banyuwangi.

Apalagi selama ini, nama Blokagung belum pernah terlibat aktif dalam proses Pilkada Banyuwangi. Kalaupun ada selentingan itu, karena mereka salah duga tokoh yang dimaksud asalnya satu kecamatan dengan Blokagung.
Baca Juga: Komisi II DPR RI Kunker ke Banyuwangi, Pastikan Pilkada Berlangsung Sesuai Protokol Covid 19

Kombinasi Merah (Nasionalis) dan Hijau (Santri) inilah, langgam politik Banyuwangi terwakilkan di paslon bernomer urut 1. Belum lagi ditambah sokongan basis Golkar, juga memiliki akar sosial di masyarakat masih kuat.

Begitu pula dukungan Partai Demokrat, koordinasi ke tingkat bawah sangat rapi juga masih memiliki kharisma di hati masyarakat. Keterlibat PKS yang mempunyai gerakan militansi cukup solid, akan sulit ditebak langkah-lkangkahnya.

Jadi paslon 01 ini, bisa dikatakan paket lengkap Umaro’ dan Ulama. Ibarat minuman seperti STMJ (Susu Telor Madu Jahe) Plus. Kelejatan dan kasiatnya, tentu sudah banyak yang tahu.

(Penulis: Baihaki Siraj, pengamat politik dari Accurate Research & Consulting Indonesia)

_blank

Kabar Terkait