oleh

Mengeksplotasi Diri Dengan Karya Bernuansa Seni, Cara Bertahan Seniman Hadapi Pandemi

KabarBanyuwangi.co.id – Sebagian kecil dari hikmah merebaknya wabah virus corona bagi seniman adalah berkarya sebanyak-banyaknya. Baik yang disalurkan melalui karya lagu, karya keterampilan, karya lukis dan sebagainya.

Begitu yang dilakukan Seniman multi talenta, Sarbini. Selain Pendiri musik tradisi bambu “Tatal Jati”, warga Gebang Singojuruh itu juga sebagai Pelukis.

“Jadi manusia itu, jangan banyak mengeluh. Mengeluh itu, bagian dari golongan orang-orang kufur nikmat. Ketika hidupnya nyaman banyak rejeki, tidak pernah komentar kalau rejeki itu dari Alloh,” kata Sarbini.

“Namun begitu ada cobaan sedikit, seperti ‘singgat kepanasan’ atau ulat kepanasan.  Allah itu Maha Adil, di tengah kita selalu menuntut keadilan. Ayo kita berfikir menggunakan akal sehat, karena Allah menganugerahi kita dengan segala-galanya. Bahkan kita sering tidak menyadari, di dalam diri kita ini disangoni kelebihan,” imbuh Sarbini.

Sarbini berharap, kepada mereka yang diberi kelebihan, agar dioptimalkan sebagai wujud bersyukur kepada yang memberi. Tokoh serba bisa ini sibuk membuat tebing-tebingan dari spon dan semen, kemudian dipadu dengan yang sudah dibonsai.

“Siapa tahu, kita diparingi sehat wal-afiyat dan panjang umur, tahun depan ada event Banyuwangi Festival berkait dengan perbonsaian. Mungkin judul  agendanya Banyuwangi Bonsai Fare. Siapa tahu tingkatannya Nasional. Kepada teman-teman jangan banyak mengeluh, mari kita bekerja keras dan terus berenovasi,” kata tokoh masyarakat berjenggot lebat ini.

Baca Juga: Seniman Apresiasi Langkah Banyuwangi Kembangkan Seni-Budaya Lokal

Baca Juga: Melihat Budidaya Jambu Kristal, Cocok Dikosumsi Saat Pandemi Covid-19

Baca Juga: Undang Seniman dan Budayawan ke Pendopo, Bupati Anas Pamitan

Jika banyak kelompok seniman mengeluh tidak ada kegiatan selama pandemi, Sarbini mengaku, kelompok kesenian yang dipimpinnya juga mengalami nasib sama. Atas keyakinan bahwa semua rejeki datangnya dari Allah, juga tidak disangka-sangka.

Oleh karena itu, Sarbini membuka pintu rezeki dengan segala kemampuan yang dimiliki. Sehingga Tuhan memberika rejeki melalui pintu-pintu yang ia buat.

“Intinya, kita menghadang rejeki dari Tuhan dengan segala cara yang dilandasi dengan banyak bersukur,” tuturnya.

Menanggapi kegiatan seniman serba bisa ini, PLT Ketua DKB Banyuwangi, Drs. Hasan Basri mengaku kagum. Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Banyuwangi itu berharap, agar seluruh Seniman mau menyadari keadaan, situasi dan kondisi. Agar mereka tidak mentasbihkan sebagai seniman yang mempunyai satu keahlian saja.

Aneka tanaman Bonzai Karya Sarbini, siap dipamerkan agar para seniman tetap eksis. (Foto: istimewa)
Aneka tanaman Bonzai Karya Sarbini, siap dipamerkan agar para seniman tetap eksis. (Foto: istimewa)

Kemudian pria asli Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi ini mengibaratkan seperti lantunan lagu Rhoma Irama, “Banyak Jalan Menuju Roma”. Intinya, gagal dalam satu hal, masih bisa mencari celah lainnya.

“Kita terhalang ketika harus menyeberangi Laut Blambangan, kita bisa terbamg lewat Blimbingsari. Umpamanya begitu. Kita patut mengapresiasi kegiatannya Pak Sarbini yang dikenal sebagai Paranormal ini. Saya selaku Plt. Ketua DKB terus terang tergugah, untuk membuatkan wadah event di tahun mendatang. Semoga Pemda bisa merespon. Saya yakin masih banyak Sarbini-Sarbini lainnya,” ucap Guru yang akrab dipanggil  Kang Son

Bahkan, Plt. Ketua DKB, Hasan Basri dan Sekdinbudpar, Ir. Choliqul Ridha, berandai-andai, Banyuwangi Bonsai Fare digelar di GOR Tawangalun, pasti akan mendapat sambutan meriah dari orang Banyuwangi.

Tidak hanya masalah bonsai, tetapi bisa dipadu dengan kegiatan lain yang senafas. Kalau ada kompetisi di dalam acara tersebut, pemenangnya diberi kehormatan dipajang di Agro Wisata. Tentu dengan nilai hadiah yang memadai.

“Lama-lama, bisa mejadi museum tumbuh-tumbuhan,” ucap pemilik usaha Warung Watu Semar menutup perbincangan santai.

Impian Banyuwangi tentang museum tumbuh-tumbuhan, diharapkan bisa menjadi pusat kajian ilmuwan yang membidanginya.

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Disbudpar Kabupaten Banyuwangi)

_blank

Kabar Terkait