Menghadirkan Suasana Lebaran Ala Banyuwangi di Tanah Rantau SumateraISG Sumatera

Menghadirkan Suasana Lebaran Ala Banyuwangi di Tanah Rantau Sumatera

Suasana Lebaran di rantau, dengan menu khas Banyuwangi, Ketupat Kaldu Kokot. (Foto: Herry Susanto)

KabarBanyuwangi.co.id - Salah satu yang menyebabkan rindu kampung halaman saat merayakan Lebaran adalah suasananya. Perbedaan suasana saat lebaran itulah, menyebabkan rasa kangen dengan kampung halaman dan sanak saudara kian membuncah.

Sebagai obat penawar rindu, maka diupayakan atau dibuatlan suasana di rantau seperti di kampung halaman.

Seperti yang dilakukan Kang Nurhidayat, Wakil Ketua-2 Ikawangi Sumatera Group (ISG) yang tinggal di Pekanbaru, Riau. Warga asli Klampok, Perliman Banyuwangi Kota ini, bersama istrinya Mbok Ikah, sejak akhir Ramadhan sudah sibuk menyiapkan bahan makan untuk menjamu rekan-rekannya sesama rantau asal Banyuwangi.

Baca Juga :

“Saya saat masih kecil di Banyuwangi dulu, setiap lebaran pasti membawa nasi selamatan di atas ancak, untuk dibawah ke Masjid kemudian di makan bersama-sama usai sholat Ied. Namun tradisi itu di sini tidak ada, tetapi saya ingin nuansa lebaran seperti di Kampung halaman tetap ada,” kata Kang Nurhidayat.

“Saya dan istri akhirnya berinisiatif membuat ancak seperti di Banyuwangu, tetapi tetap saya taruh di rumah dan mengundang tetangga untuk memakannya usai sholat ied,” imbuhnya.

Tidak hanya menjamu tetangga tempat tinggalnya, Kang Nurhidayat juga mengundang diaspora Banyuwangi yang tinggal di Kota Pekanbaru, untuk silaturahim sambil menikmati kuliner Lebaran khas Banyuwangi. Mulai Ketupat-Lepet, juga kue-kuer lebaran yang jarang ditemui di Pekanbaru.

Bahkan secara khusus, istri Kang Nurhidayat memasak Kaldu Kokot Sekekengkel, menu unik ini bisa ditemui biasanya hanya di beberapa tempat di kota Banyuwangi. Kaldu dari daging sapi, dicampur dengan kacang hijau ini disajikan dengan Ketupat serta dengan pelengkap lainnya.

Dari pukul 10.00 WIB, dulur-dulur Ikawangi Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, berduyun duyun bertandang ke rumah kang Nur. Suasana ceria terbersit dari wajah mereka, untuk saling memaafkan di hari yang suci ini.

Tentu dialog Bahasa Using dan Jawa saling begantian, maklum diantara mereka selain orang Using juga banyak yang orang Jawa Kulonan.


Keterangan Gambar : Kang Nur bersama Keluarga dengan pakaian  Banyuwangian. (Foto: Istimewa)

Setelah bersantap bersama, menikmati semua hidangan dilanjutkan bertandang keliling ke rumah-rumah dulur-dulur perantau Banyuwangi lainnya. Terutama mereka yang bermukim di Pekanbaru, sebagaimana tradisi unjung-unjung seperti di kampung halaman.

Dilanjutkan hari kedua, dengan saling mengunjungi dan silaturahmi malam harinya dengan kumpul "Gesah Bareng" di kediaman Kang Ade Jatiwangi yang juga sebagai basis sekretariat Ikawangi Sumatera Grup Pusat.

Gesah bareng seputar cerita kenangan lama, semasa hidup di Banyuwangi spontan menghangatkan suasana Lebaran malam itu. Seakan suasana Lebaran di Banyuwangi, telah hadir di tanah rantau Sumatera.

(Penulis: Herry Susanto, Sekjen Ikawangi Sumatera Group – ISG asal Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi)