oleh

Pacar Minta Nikah, Pemuda Ini Pilih Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

KabarBanyuwangi.co.id – PY, pemuda berusia 27 tahun warga, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, ditemukan tewas mengenaskan dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, Minggu (21/6/2020) malam. Jasad korban pertama diketahui oleh adiknya dalam posisi menggantung di sebuah kayu palfon di dalam kamarnya sekitar pukul 20.30 malam.

Adik korban yang kaget dengan temuan ini sontak berteriak histeris hingga membuat heboh warga sekitar. Oleh Kepala Dusun setempat, kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Purwoharjo.

Petugas yang datang ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Polisi hanya menemukan luka lebam bekas jeratan kain di leher korban yang memiliki tato ditangannya ini.

“Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Kami juga menemukan kursi di dekat tubuh korban yang diduga digunakannya sebagai pijakan saat mengikat kain jarit di kayu plafon kamarnya. Saat ditemukan, lidahnya sudah menjulur. Tulang lehernya juga sudah patah,” jelas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Purwoharjo, AKP Endro Abrianto.

Baca Juga: Diduga Sakit Hati Ditegur Orang Tua, Pemuda di Banyuwangi Nekat Gantung Diri

Setelah dilakukan visum luar oleh tim medis, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, korban gantung diri lantaran sang pacar minta untuk dinikahi.

Korban yang bingung karena keterbatasan ekonomi, mencoba meminta uang kepada orang tuanya untuk biaya proses pernikahan dengan pacarnya. Namun karena orang tua tidak segera memberi uang, korban diduga frustrasi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Dugaan sementara dari keterangan saksi-saksi terkait, korban nekat gantung diri karena bingung saat pacarnya memberitahu korban kalau dirinya telat datang bulan dan minta segera dinikahi. Penyelidikan kita sudahi karena keluarga korban menolak untuk dilakukan proses otopsi mayat. Korban langsung dimakamkan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, ” pungkas AKP Endro. (man)

_blank

Kabar Terkait