
DPC PDIP Banyuwangi gelar Musancab di dua lokasi berbeda. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi memberi ruang seluas-luasnya bagi generasi muda sebagai kelompok strategis dalam kehidupan demokrasi.
Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Banyuwangi, Ana Aniati dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang diikuti 25 Pengurus Anak Cabang (PAC).
"PDI Perjuangan tidak hanya menjadikan anak muda
sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penerus perjuangan partai," ucap Ana
Aniati, Rabu (22/4/2026).
Musancab tahun ini digelar di dua lokasi berbeda. PAC
dari Dapil 1, 2, 7, dan 8 dipusatkan di Hotel Aston. Sedangkan untuk PAC di
Daerah Pilihan 3, 4, 5, dan 6 bertempat di Havana Waterpark, Jajag Kecamatan
Gambiran.
Agenda lima tahunan partai berlambang banteng moncong
putih ini dilaksanakan sebagai langkah strategis PDIP untuk menjamin
keberlanjutan kepemimpinan partai dan memperluas basis dukungan di akar rumput
dengan fokus meningkatkan keterwakilan kader muda serta perempuan.
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati,
Musancab ini merupakan tindak lanjut instruksi partai yang dilakukan serentak
untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan.
"Musancab menjadi momen strategis untuk membentuk
struktur kepengurusan PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi hingga
tingkat kelurahan/ desa dan anak ranting atau setingkat dusun," terangnya.
Ana Aniati juga menekankan pentingnya soliditas antar
kader partai dari tingkat DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting, sebagai kunci
dalam melaksanakan kerja-kerja politik untuk kepentingan rakyat sekaligus
menghadapi kontestasi Pemilu mendatang.
"Kekompakan internal, kepatuhan dalam satu komando
dan konsolidasi yang kuat dari tingkat DPC hingga Anak Ranting menjadi modal
dasar untuk meraih kemenangan," tegasnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono
menegaskan bahwa penguatan peran kelompok muda dan perempuan bukan sekadar
wacana, melainkan kebijakan struktural yang mengikat.
Setiap kepengurusan hasil Musancab di tingkat PAC
diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan kelompok muda
minimal 20 persen.
"Semua kita wajibkan, salah satu dari mereka harus
menjadi ketua, sekretaris, atau bendahara. Ini bukan sekadar pelengkap, tapi
posisi strategis dalam kepengurusan," ucapnya.
Deni menegaskan, kebijakan ini menjadi pondasi awal bagi
regenerasi kepemimpinan partai di tingkat akar rumput. PAC sebagai ujung tombak
pergerakan partai dituntut mampu membaca situasi sosial, menyerap aspirasi
masyarakat, sekaligus merespons tantangan masa depan dengan cermat.
“Kehadiran generasi muda sangat krusial untuk membawa
perspektif baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan
gaya hidup masyarakat,” tegasnya. (fat)