oleh

Pelukis Banyuwangi, Sosialisasi New Normal dan Peduli Dampak Covid-19

KabarBanyuwangi.co.id – Menyambut penerapan New Normal atau tatanan baru, sejumlah pelukis Banyuwangi menggelar melukis bersama on the spot bertema “Lencir Kuning”. Acara yang berlangsung di Sanggar “Langgar Art” Kelurahan Sobo, disambung dengan lelang lukisan, hasilnya akan didonasikan kepada kegiatan peduli Covid-19.

Ada empat pelukis muda Banyuwangi yang terlibat dalam melukis on the sport ini, diantaranya, M Kojin, Windu Pamor, Slamet Sugiono, dan S Yono. Mereka sengaja melukis sosok perawan desa yang tinggi rupawan biasa disebut dalam Bahasa Using, Lencing Kuning. Melalui karya lukisanya, para pelukis ini ingin berbagi rasa atas banyaknya masyarakat kecil yang terdampak, yaitu hilanganya pekerjaan akibat di PHK dan sulitnya mencari pekerjaan baru.

“Kami ingin berbagi, dengan cara sendiri. Kemampuan kami-kami sebagai pelukis adalah menorehkan cat ke dalam kanvas, hingga menjadi lukisan yang bisa dinikmati. Lukisan-lukisan ini langsung kami lelang kepada kolektor atau pecinta seni, hasil lelang kami salurkan kepada korban terdampak Covid-19,” kata M Kojin pelukis asal Jelun Glagah, kepada kabarbanyuwangi.co.id, Senin (15/6/2020).

Baca Juga: Pelukis S Yadi K: “Gandrung Poniti itu Penguasa Panggung Pertunjukan dan Kehidupan”

Meski empat pelukis ini berbeda aliran, namun hasil akhir dari lukisan subtasnsinya hampir sama. Gambar sosok perawan desa yang cantik rupawan, dengan berbagai karakter.

“Kesulitan melukis on the sport adalah saat menangkap objek secara cepat, kemudian menjadikan sket sebelum mewarnai. Teman-teman membutuhkan waktu dua jam, untuk menyelesaikan karya ini,” tambah Kojin.

Usai melukis bersama, langsung gelar selamatan potong tumpeng, dan berdoa agar Covid-19 segera sirna. (Foto: istimewa)

Aksi melukis on the spot para seniman ini, mendapat respon positif dari para pecinta dan penikmat seni lukis. Mereka sengaja datang langsung untuk melihat proses, dan hasil akhir dari lukisan ini.

“Saya tertarik dengan seniman Banywuangi, melukis on the spot aliran ekspresionlis naturalis, dan realis. Saya penikmat lukisan, makanya tergerak melihat secara langsung, apalagi dikaitkan dengan pedudli Covid-19. Saya sangat mendukung, apalagi nanti skalanya ditingkatkan melukis secara Nasional,” kata Saifuddin Mahmud, penikmat seni lukis sekaligus kolektor ini.

Usai melukis bersama, para seniman, dan warga sekitar langsung menggelar Tasyakuran Nasi Kuning Tumpeng di Sanggar “Langgar Art” milik seniman sekaligus pengusaha muda, Imam Maskun. Lauk-pauk nasi Kuning, dan hasil bumi seperti, singkong, kacang, jagung rebus, menjadi sajian utama dengan harapan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga seluruh masyarakat bisa bekerja, dan beraktivitas kembali pada tatanan kehidupan baru atau New Normal. (sen)

_blank

Kabar Terkait