oleh

Pengaruh Miras, Pria Paruh Baya Tega Setubuhi Anak Temannya

KabarBanyuwangi.co.id – Kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur berhasil diungkap Polresta Banyuwangi. Kasus ini terungkap setelah bapak korban melaporkan perbuatan AG (50) warga Desa Sukorejo, Bangorejo ke polisi.

Menurut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, perbuatani AG dilakukan saat menggelar pesta minum keras (Miras) di depan rumah korban. Saat pesta miras berlangsung, AG menyelinap masuk ke rumah korban.

“Pelaku merupakan teman ayah korban. Perbuatannya dilakukan pada bulan Maret hingga April lalu sebanyak 4 kali. Setiap pesta miras, AG selalu menyelinap masuk rumah koban, memaksa korban untuk melakukan persetubuhan. ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (10/6/2020).

Arman menambahkan, sebenarnya korban selalu menolak, dan berontak saat akan disetubuhi. Namun pelaku tetap mendorong, dan membuka celana korban dengan cara paksa. Setelah menyetubuhi, pelaku memberi uang kepada korban sejumlah Rp 300  ribu.

“Setelah korban disetubuhi, AG bilang ke korban “ngko lek awakmu gelem hubungan karo aku maneh tak ke’i duwit”. AG menyetubuhi korban sebanyak empat kali,” tambah Kapolresta.

Tidak hanya disetubuhi, pelaku yang saat itu sedang terpengaruh alkohol saat pesta miras bersama temanya, juga selalu mencokoki korban dengan miras.

Baca Juga: Ngaku Polisi, Tukang Las Ditangkap Polresta Banyuwangi

Setelah korban merasa pusing, dengan leluasa pelaku menyetubuhi korban yang saat itu sedang menonton tv di rumahnya sendirian.

“Saat itu ayah korban sedang tidak ada di rumah. Pelaku dan salah satu saksi sedang pesta miras di teras rumah korban. Pelaku memberi minuman keras sebanyak 2 kali kepada korban. Saat itu saksi juga sudah memperingatkan agar tidak memberi minuman kepada anak kecil. Tapi tidak digubris,” pinta Kapolresta.

Mengetahui anaknya digagahi temanya sendiri, ayah korban langsung melaporkan kasus ini ke polisi. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil membekuk pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti, celana panjang warna biru, baju lengan panjang motif garis warna putih kombinasi hitam, dan celana dalam warna ungu, serta miniset warnai warna hitam.

“Barang bukti yang kita amankan, ada celana panjang, celana dalam dan miniset. Barang bukti uang tidak diketemukan karena sudah habis dibelanjakan korban,” pungkasnya.

Atas perbuatanya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 ayat (1) Jo pasal 76D atau 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (man)

_blank

Kabar Terkait