Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Warga Jambesari Nekat Gantung DiriKoramil Giri


Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Warga Jambesari Nekat Gantung Diri

Keterangan Gambar : Babinsa Desa jambesari, Sertu Jami`i berserta aparat desa setempat berada di rumah duka. (Foto: Pendim 0825 Banyuwangi)

KabarBanyuwangi.co.id - Warga Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, digegerkan dengan ditemukannya seorang pria gantung diri di pohon sirsak setinggi 3 meter.

Jasad pria yang gantung diri itu diketahui berinisial SN (53) ditemukan oleh keluarganya pada Rabu pagi (31/3/2021) sekitar pukul 07:30 WIB, setelah dicari semalaman.

Pihak keluarga syok begitu melihat SN gantung diri menggunakan kain sarung yang terlilit di leher. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga berusaha meminta pertolongan warga dan melapor kepada aparat desa setempat.






Baca Juga :

Selang beberapa menit kemudian, Babinsa Desa Jambesari, Sertu Jami'i bersama Babinkamtibas beserta warga datang ke lokasi untuk mengevakuasi jasad pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut. Kemudian jasad korban dilbawa ke klinik terdekat.

Menurut keterangan Babinsa Desa jambesari Sertu, Jami`i Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban murni gantung diri. Sebab, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, informasi dari pihak keluarga, lanjut Sertu Jami'i, korban memiliki riwayat penyakit asam lambung yang tidak kunjung sembuh.

"Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, lantaran penyakit asam lambung yang dideritanya tak kunjung sembuh," jelasnya.

Sementara itu, meninggalnya korban menyisakan duka yang mendalam bagi keluarganya, khususnya untuk istri dan satu anaknya.

Sertu Jami'i meminta kepada warganya untuk selalu berkomunikasi ketika mendapat masalah. Karena suatu masalah bisa diselesaikan dengan bermusyawarah bersama keluarga, sehingga keluarga bisa memberi masukan atau jalan keluar yang terbaik.

“Saya turut berduka atas kejadian yang menimpa korban, semoga pihak keluarga dapat diberi ketabahan dan kesabaran, serta amal ibadah korban diterima di sisi Allah SWT. Kami berharap, kedepan warga Desa Jambesari tidak ada lagi yang mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” pungkasnya. (fat)