
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Anak-anak muda di Banyuwangi terus menunjukkan kreativitasnya. Pelajar dari SMK Gajah Mada Banyuwangi berhasil menciptakan kompor berbahan bakar limbah cair, berupa oli atau minyak goreng bekas pakai (jelantah).
Kompor inovatif ini tidak hanya ekonomis, tapi juga ramah lingkungan. Hanya dengan memanfaatkan 1 liter oli atau minyak jelantah, kompor bisa menyala hingga 3-4 jam.
Dengan inovasi tersebut bisa
membantu mengurangi limbah, serta memberikan solusi hemat energi bagi
masyarakat.
Guru pembimbing jurusan Otomotif
SMK Gajah Mada, Rusianto, mengatakan gagasan membuat inovasi berawal dari
keresahan mereka melihat banyaknya limbah oli dari bengkel, maupun minyak
jelantah dari industri rumahan yang dibuang begitu saja.
"Padahal ini bisa
dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan demikian, limbah cair
tersebut tidak sampai terbuang yang akhirnya bisa menyebabkan dampak negatif
bagi lingkungan," kata Rusianto.
Ide kreatif itu juga muncul
karena keprihatinan mereka melihat ketergantungan masyarakat yang begitu besar
pada LPG.
"Maka ini bisa menjadi
solusi alternatif bagi ibu rumah tangga maupun usaha kecil kuliner. Meski
menggunakan bahan bakar jelantah maupun oli bekas, tidak mempengaruhi rasa pada
masakan. Tidak ada bau sama sekali," kata dia.
Kompor rakitan ini dibuat dari
bahan-bahan sederhana, seperti pipa besi sebagai rangka, blower sebagai alat
pendorong bahan bakar, keran air untuk mengalirkan bahan bakar, serta kaleng
sebagai tempat pemanas.
Cara kerjanya juga sangat mudah,
sebelum digunakan untuk memasak, kompor harus dipanaskan secara manual selama 5
menit.
Selanjutnya keran dibuka untuk
mengalirkan bahan bakar, berikutnya blower dinyalakan untuk mengatur
besar/kecilnya nyala api.
"Kami menerima pesanan untuk
rumah tangga maupun UMKM. Harganya sangat terjangkau, bisa custom sesuai
kebutuhan," ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk
Fiestiandani berkesempatan melihat inovasi mereka saat kegiatan Bunga Desa
(Bupati Ngantor di Desa) di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, pada 7 Mei
2026.
Bupati Ipuk sangat mengapresiasi
kreativitas guru dan siswa SMK Gajah Mada tersebut.
"Ini ide kreatif supaya
masyarakat gak hanya bergantung pada LPG. Ternyata ada alternatif bahan bakar
yang sangat mudah didapatkan. Bahkan di rumah kita juga setiap hari memproduksi
limbah," ujarnya.
Ipuk meminta agar inovasi
tersebut terus disempurnakan sehingga konsumen merasa puas dengan produk
mereka.
“Biar bisa diproduksi masal dan dimanfaatkan banyak orang. Dan saya berharap kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar yang lain untuk menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif,” kata Ipuk. (*)