oleh

Tempat Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Parang Semar

KabarBanyuwangi.co.id – Masyarakat sekitar pantai Parang Semar Kecamatan Siliragung (kurang lebih 40 Kilometer arah selatan dari kota Banyuwangi), beberapa tahun lalu memiliki kebiasaan mengeruk pasir laut untuk dijual. Kegiatan pengerukan liar dan ilegal tersebut, membuat masyarakat kerap berurusan dengan Aparat Pemerintah Kecamatan Siliragung dan Perhutani Banyuwangi Selatan.

Bahkan pernah seluruh kendaraan yang digunakan operasi pengerukan dan pengangkutan pasir, ditahan hampir sebulan beserta para pelakunya. Akibat banyak lubang bekas galian liar, kawasan Pantai Parang Semar juga dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Dula namanya sampah sampai menggunung, seperti bukit-bukit. Selain mencemari air laut, juga tidak sedap dipandang. Belum lagi polusi udara, baunya tidak sedap menyengat kemana-mana,” ucap Bambang, selaku Pokdarwis Pantai Parang Semar saat dijumpai di lokasi, Jum`at (7/8/2020).

Baca Juga: Pendapatan Pedagang di Wisata Pantai Pulau Merah Merosot Tajam

Baca Juga: Hamparan Pasir Keemasan di Pantai Mustika Pancer

Baca Juga: Geopark Ijen Resmi Diusulkan Masuk Jaringan Geopark UNESCO

Pada tahun 2018, datang seorang Pendeta Nasrani dari Kediri bernama Trisulo. Selain memiliki waktu rutin membina kerohanian umat di gereja, Trisulo sangat tertarik mengelola tempat pembuangan sampah, menjadi lahan yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Pelan-pelan, warga saya ajak bicara dari hati ke hati. Puji Tuhan, kami berangkat dari niat yang sama, tekad yang sama, akhirnya pada 26 Januari 2019, Pantai Parang Semar diresmikan sebagai kawasan tujuan wisata. Peresmian itu ditandai dengan penanaman 2 pohon cemara udang. Bersyukurnya lagi, pihak Perhutani sangat respect pada upaya yang dilakukan oleh masyarakat. Kami banyak dibantu,” papar Pendeta Trisulo.

Bapak Trisulo sedang menjelaskan kepeda petugas Disbudpar Banyuwangi yang mendatangi lokasi. (Foto: istimewa)
Bapak Trisulo sedang menjelaskan kepeda petugas Disbudpar Banyuwangi yang mendatangi lokasi. (Foto: istimewa)

Keistimewaan Pantai Parang Semar, tidak hanya udara dan suasananya yang sejuk karena banyaknya pohon camplung. Lebih dari itu, masyarakat mempercayai bahwa saat air tawar bertemu dengan air laut di muara, memiliki nilai mistis tersendiri.

Icon Pantai Parang Semar terletak pada bukit besar di seberang selat di tepi laut. Sepintas bentuknya seperti Semar. Guna mendukung obyek, masyarakat membuat sarana untuk duduk santai, sambil shelfi-shelfi.

Selain itu, pengunjung yang ingin menikmati kuliner dan kudapan, pihak pengelola menyediakan warung-warung yang lokasinya berdekatan dengan pohon-pohon camplung berjarak lebih kurang  30 meter dari bibir pantai. Gulungan gelombang tinggi dan debur ombak, masih terlihat dan terdengar jelas. Sehingga suasana santap makanan semakin berselera.

“Nah. Di era new normal sekarang dan seterusnya, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan. Datang harus mengenakan masker, diukur suhu badannya dan setelah membeli tiket dengan e-ticketing, harus cuci tangan. Baru bisa berhibur di lokasi yang nyaman,” tambah Trisulo.

Usia destinasi Parang Semar belum genap 2 tahun, makanya terlihat masyarakat berbenah di sana-sini termasuk juga memasang paving secara swadaya dan pembuatan patung-patung Semar di kanan-kiri jalan menuju pantai.

“Rencana kedepan, pihak kami akan membuka waktu khusus untuk terapi kesehatan.Caranya, dengan jalan memendam sebagian tubuh ke dalam pasir. Kami sangat-sangat berharap, seluruh pengunjung agar memiliki rasa tanggungjawab bersama untuk memelihara lokasi wisata di mana saja dan bersama-sama menjaga kebersihan khususnya sampah plastik,” ucap Trisulo mengakhiri perbincangan.

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kebupaten Banyuwangi) 

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait