oleh

Terdakwa Ali Heri Sanjaya Pembunuh Sadis Rosidah Divonis Mati

KabarBanyuwangi.co.id – Kasus pembunuhan di tengah kebun kelapa Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi yang melibatkan Ali Heri Sanjaya (28) sebagai terdakwa, telah memasuki babak akhir. Pegawai warung makan itu dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi, Selasa (1/9/2020).

Jalanya sidang yang berlangsung secara virtual ini, terdakwa terbukti melakukan aksi pembunuhan sadis terhadap Rosidah (17) warga Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Mendengar hasil putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Saiful Arif, keluarga korban yang mengikuti persidangan merasa lega bercampur haru. Bahkan, tangis haru ibunda Rosidah, Susiama pecah saat mendengar putusan, hingga nyaris jatuh pingsan di kursi ruang persidangan.

“Ya saya lega dan puas,” kata Susiama sambil menangis terisak-isak ketika keluar dari ruang sidang.

Jaksa Penuntut Umum, Rusdianto Hadi Sarosa menggungkapkan, pihaknya menghormati dan berterimakasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi yang telah mempertimbangkan putusannya. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi untuk menentukan sikap lebih lanjut.

“Kami menghormati dan berterimakasih kepada Majelis Hakim, karena dalam putusannya telah mengambil alih pertimbangan penuntut umum dalam tuntutannya yang dimasukkan dalam putusan. Apakah terima atau apabila dalam waktu tujuh hari pihak terdakwa menyatakan upaya hukum, kami akan segera menentukan sikap dengan berkoordinasi dengan pimpinan kami,” kata Rusdianto.

Susiama ibunda almahumah, Rosidah nyaris pingsan di kusi ruang persidangan. (Foto: fat)
Susiama ibunda almarhumah, Rosidah nyaris pingsan di kursi ruang persidangan. (Foto: fat)

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Ahmad Jajuli, SH menjelaskan, pada prinsipnya pihaknya menyatakan masih pikir-pikir atas putusan itu. Sebab selama persidangan terdakwa sangat koperatif dan tidak mempersulit proses persidangan.

Tetapi hal-hal semacam itu, kata Jajuli, tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim. Oleh karena itu, pihaknya berencana mengajukan upaya banding setelah berkordinasi dengan terdakwa.

“Untuk upaya banding, insyaALLOH ya. karena inikan pidananya mati. Tapi semua kembali kepada terdakwa, kami hanya menjalankan perintah hukum,” tutup Jajuli.

Seperti diberitakan, Ali Heri Sanjaya (28) warga Lingkungan Brak, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi pada Selasa, 28 Januari 2020 lalu akibat ulahnya tega membunuh rekan kerjanya, Rosidah (17) warga Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro.

Korban yang merupakan salah satu pegawai warung makan, ditemukan dalam kondisi hangus terbakar disekujur tubuhnya pada Sabtu, 25 Januari 2020 di sebuah kebun kelapa di Dusun Kewadung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Terdakwa tega membunuh lantaran kesal sering dibuli oleh korban. Disamping itu, terdakwa juga terlilit banyak hutang hingga akhirnya merenggut nyawa korban dan merampas motor serta handphone milik korban. (fat)

_blank