oleh

Tidak Ditemukan Luka di Tubuh, Korban Diduga Tewas Akibat Serangan Jantung

KabarBanyuwangi.co.id – Sempat dikabarkan diduga tewas dibunuh istrinya sendiri, hasil penyelidikan polisi kasus hilangnya nyawa Safari, (63) warga Desa Temu Asri, Kecamatan Sempu, terungkap fakta baru. Dari hasil otopsi mayat yang dilakukan Tim Forensik RSUD Blambangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Menururt keterangan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Luka lebam di punggung korban lantaran diduga terkena sabetan gancu dari sang istri juga tidak ditemukan oleh tim medis. Polisi menduga, tewasnya korban ini lebih disebabkan karena serangan jantung yang diderita korban.

“Kasus dugaan pembunuhan di Sempu, dari hasil bukti dan otopsi tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuh korban. Kami masih mengembangkan terkait penyebab kematiannya. Ada  beberapa data yang kami dapat dari kesaksian dan alat bukti, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Jadi sementara kita masih berproses terkait penyelidikan maupun penyebab kematian korban. Ada  kemungkinan korban tewas karena serangan jantung,” ungkap Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Seorang Pria Tewas Diduga Dibunuh Istrinya Sendiri

Baca Juga: Ini Cerita Janda Muda Diduga Korban Pemerkosaan Seorang Mengaku Dukun

Baca Juga: Nyambi jadi Mucikari, Seorang Satpam Ditangkap Polisi

Meski demikian, pihaknya terus mendalami kasus ini untuk memastikan benar tidaknya korban meregang nyawa murni akibat serangan jantung saat terlibat cek cok dengan istrinya.

Kasus tewasnya korban diawali pertengkaran antara korban dengan istrinya pada Rabu (24/6/2020) pagi. Dari pengakuan sang istri, pertengkaran dipicu rasa cemburu kepada sang suami. Niat sang istri memegang gancu hanya untuk menakut-nakuti sang suami, malah berujung petaka.

Saat terjadi pergulatan antara keduanya untuk memperebutkan gancu, tiba-tiba korban terjatuh ke lantai, dan dinyatakan tewas. Pengakuan istri, gancu yang diperebutkan memang sempat mengenai punggung dari suaminya.

Namun sang istri mengelak dirinya telah membunuh suaminya dengan sebuah gancu. Hal ini juga dikuatkan dengan hasil otopsi mayat yang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Saya bertengkar dengan suami karena cemburu dengan mbok Wek (Istri pertama korban). Selain itu, saya bertengkar juga masalah ekonomi, karena penghasilan suami saya kurang,” ungkap IE, istri korban menjawab pertanyaan wartawan dengan polos.

Seperti dikabarkan sebelumnya, warga Desa Temu Asri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi geger tewasnya seorang kakek (63) saat berada di dalam rumahnya, Rabu pagi. Oleh warga sekitar, tewasnya korban secara tiba-tiba setelah terlibat cek cok dengan istrinya. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan guna keperluan proses otopsi mayat. (man)

_blank

Kabar Terkait