Urai Kepadatan Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang, ASDP Operasikan 36 KapalASDP Ketapang

Urai Kepadatan Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang, ASDP Operasikan 36 Kapal

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – Arus balik Lebaran di lintasan Ketapang-Gilimanuk bergerak dinamis dengan intensitas tinggi. Antrean kendaraan sempat mengular hingga belasan kilometer menuju pelabuhan, Selasa (31/3/2026).

Hingga sore hari, arus kendaraan kecil hingga besar yang terus bergerak dari arah utara menuju Pelabuhan Ketapang terpantau padat dengan estimasi antrean mencapai sekitar 12 kilometer.

Kepadatan terjadi seiring berakhirnya Surat Keputusan Bersama (SKB) yang sebelumnya mengatur pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas selama arus mudik dan balik.

Baca Juga :

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menyampaikan, lonjakan kendaraan logistik pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya.

Guna mengurai kepadatan, ASDP berkolaborasi dengan regulator dan operator kapal melakukan penyesuaian layanan secara adaptif melalui optimalisasi pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB), penambahan trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone.

“Kami mengoptimalkan pola TBB, menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” jelasnya.

Kendaraan logistik antre di area pakir pelabuhan Ketapang. (Foto: Fattahur)

ASDP mengoperasikan 36 kapal dengan dukungan penerapan pola TBB pada 10 armada di Dermaga 4 guna mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, 6 kapal perbantuan turut memperkuat layanan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.

Pengaturan arus kendaraan juga dilakukan melalui optimalisasi buffer zone sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan, khususnya pada kendaraan truk logistik yang ditampung di Dermaga Bulusan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko menjelaskan, skema buffer zone membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan sekaligus memberikan ruang istirahat bagi pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.

"Di Bulusan sendiri kami berlakukan dua skema, dimana sebagian kendaraan akan langsung diberangkatkan melalui Dermaga Bulusan. Sementara yang lainnya dikirim ke Dermaga LCM," ujar Arief.

Pada Selasa pagi tercatat sekitar 380 kendaraan didominasi truk besar hingga sedang berada di Buffer Zone Bulusan dan jumlahnya diperkirakan masih terus bertambah. Sementara arus kendaraan dari Tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu pergerakan berkisar 15 hingga 30 menit.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 30 Maret 2026 (H+8), tercatat sebanyak 56.197 orang menyeberang dari Jawa ke Bali. Jumlah ini naik 5,2 persen. Kendaraan juga meningkat 2,1 persen mencapai 17.608 unit.

Kendaraan pemudik bergerak menuju kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Fattahur)

Secara kumulatif, sejak 22-30 Maret 2026 atau pada H-10 hingga H+8, ASDP mencatat sebanyak 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali.

Dari total reservasi sebanyak 183.810 unit kendaraan di platform digital Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah masuk ke Pelabuhan Ketapang dan terlayani dengan baik. Adapun potensi kendaraan yang masih akan menyeberang hingga H+10 diperkirakan sekitar 11.889 unit.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket secara online melalui Ferizy, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan. Pengguna jasa juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kesiapan kendaraan selama perjalanan. (fat)