Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Zaini didampingi pemilik perusahaan melihat langsung Pelabuhan Perikanan, di Jalan Raya Banyuwangi - Situbondo. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Zaini mengunjungi Pelabuhan Perikanan untuk pendaratan ikan bagi kapal diatas 30 GT milik salah satu perusahaan swasta di Jalan Raya Situbondo - Banyuwangi, Sabtu (7/1/2023).
Menurut Muhammad Zaini, Pelabuhan Perikanan ini sudah ditetapkan sebagai Pelabuhan Pangkalan. Langkah selanjutnya tinggal menggeser kapal-kapal ikan yang selama ini berpangkalan di pelabuhan umum untuk pindah ke pelabuhan perikanan.
“Kapal ikan yang boleh bersandar di Pelabuhan Perikanan
ini adalah kapal ikan Indonesia yang mencari ikan di zona IV, yakni mulai
selatan NTT sampai ke perairan wilayah
barat Sumatera,” katanya.
Muhammad Zaini menambahkan, jika kapal penangkap ikan di
barat Aceh untuk ke Banyuwangi terlalu jauh, kapal tersebut bisa memilih
pelabuhan terdekat.
“Tapi kalau menangkap ikan di selatan Jawa kita harapkan
masuknya ke sini,” tambahnya.
Keberadaan Pelabuhan Perikanan ini lanjutnya, juga
memberikan kepastian pada sektor hilir industri perikanan.
Dia mencontohkan, semisal Pelabuhan Perikanan di
Banyuwangi ini diplot 50 ribu ton ikan, maka dalam satu tahun akan ada 50 ribu
ton ikan didaratkan di pelabuhan tersebut.
“Jika ada ikan sebanyak 50 ribu ton maka industri bisa
menghitung kebutuhan ikan,” bebernya.
Bagi pemerintah pusat, keberadaan Pelabuhan Perikanan
akan memudahkan pendataan dan pengutipan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Selain itu bagi pemerintah daerah secara tidak langsung akan sangat
menguntungkan.
“Jika dalam setahun ada pendaratan 50 ribu ton ikan,
untuk bongkar muatan perlu tenaga kerja yang banyak, saat ikan keluar pelabuhan
juga butuh tenaga kerja,” tegasnya.
Tidak hanya itu, dari sisi industri juga perlu tenaga
kerja. Jika ada 300 kapal yang bersandar maka kapal tersebut akan mengisi
minyak di Banyuwangi. Sehingga uang akan berputar dan memberikan keuntungan
buat pemerintah daerah setempat.
“Buat pemerintah daerah ikutannya akan banyak, uang berputar perbekalan kan ada di sini semua,” pungkasnya. (fat)