oleh

Beredar Poster Ajakan Pelajar STM Demo Tolak Omnibus Law, Polisi Turun Tangan

KabarBanyuwangi.co.id – Sebuah poster ajakan aksi demo Omnibus Law kepada pelajar yang bakal digelar, Senin (12/10/2020) mendatang, beredar luas di Banyuwangi. Mengantisipasi keterlibatan para pelajar, polisi Banyuwangi berikan imbauan kepada pelajar dan Dinas Pendidikan Cabang Banyuwangi.

Poster ajakan pelajar itu bertuliskan ‘Tolak Ruu Cipta Kerja!!!’ pelajar Banyuwangi bergerak Senin 12 Oktober 2020.

Dalam poster itu juga mewajibkan pelajar menggunakan baju hitam dengan titik aksi depan gedung DPR, dan wajib mematuhi protokol kesehatan. Selain itu ada pula kalimat ajakan untuk berjuang bersama melawan dan membatalkan Omnibus Law dengan menggunakan hastag.

Baca Juga: Aksi Demo PMII Tuntut Pemerintah Buka-Bukaan Dana Covid-19

Munculnya poster itu, membuat aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan langkah antisipasi adanya keterlibatan pelajar, sekaligus melakukan imbauan kepada wali murid untuk tidak mengizinkan anaknya ikut serta dalam aksi demo penolakan Omnibus Law. Polisi juga sudah koordinasi dengan beberapa pihak,seperti Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Banyuwangi.

“Kita masih melakukan penyelidikan siapa yang menyebar poster ajakan itu. Sudah kita lakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Wali Murid, para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengizinkan mereka ikut serta dalam demo penolakan Omnibus Law,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.

Kapolresta menambahkan, keterlibatan anak dibawah umur dalam kegiatan demonstrasi dilarang sesuai dengan pasal 87 UU 23 tahun 2002. Sehingga bagi masyarakat yang mengajak anak dibawah umur akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tentu kita akan melakukan tindakan bagi siapapun yang akan melibatkan anak dibawah umur khususnya pelajar dalam aksi unjuk rasa,” tambah Kapolresta.

Baca Juga: Khawatir Membahayakan Keselamatan, Warga Tukangkayu Demo Tolak Pembangunan Tower

Sementra itu, munculnya poster ajakan pelajar untuk turun dalam aksi demonstrasi penolakan pengesahan UU Omnibus Law, Dinas Pendidikan Provinsi Jaw Timur Cabang Banyuwangi turun tangan.

“Kita sudah berkirim surat kepada kepala sekolah SMA/SMK untuk melakukan pengawasan pada hari aksi demo,” ujar Istu Handono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Banyuwangi, kepada wartawan, Jumat (10/9/2020).

Pengawasan ketat itu, mengacu adanya kegiatan ujian tengah semester yang digelar minggu ini dan minggu depan. Sehingga pelajar wajib mengerjakan ujian, meski via daring. Selain itu, pihaknya juga menugaskan kepada kepala sekolah untuk membuat video berisi imbauan kepada pelajar agar tak ikut aksi demo. Dirinya menilai poster yang disebar saat ini lebih kepada hoax.

“Minggu ini dan minggu depan ulangan tengah semester berbasis daring. Sehingga wajib kepala sekolah memantau ulangan. Sementara orangtua atau wali murid bertanggungjawab atas putra putrinya yang saat ini ujian tengah semester. Imbauan ke kepala sekolah untuk pelajar agar tak termakan hoax. Maka peran orangtua yang harus diperketat menjaga anaknya,” tambahnya.

Baca Juga: Warga Desa Barurejo Aksi Tolak Tambang Pasir Bawa Keranda Mayat ke Lokasi

Meski begitu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Banyuwangi tak mengeluarkan surat larangan aksi demo.

“Tidak ada surat larangan. Ini sesuai konsultasi ke pimpinan. Tapi kita mengajak anak berpikir logis untuk berpikir baik buruknya kegiatan itu,” tutupnya.

Rencana, para mahasiswa dan masyarakat Banyuwangi akan menggelar aksi penolakan terhadap pengesahan UU Omnibus Law. Surat izin kegiatan aksi sudah diterima aparat kepolisian. Namun Surat Izin tersebut diterima sebelum munculnya poster ajakan pelajar dalam aksi itu. (man)

_blank

Kabar Terkait