oleh

Berkah Kemerdekaan, 45 Warga Binaan Lapas Kelas II A Banyuwangi Bebas

KabarBanyuwangi.co.id – Momentum Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, sebanyak 45 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Banyuwangi mendapatkan remisi bebas bersyarat.

Menurut keterangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Herri Achjar, mereka yang bebas bersyarat ini sudah menjalani hukuman dua pertiga dari masa tahanan setelah menerima remisi di hari ulang tahun Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

“Ini rangkaian terkait remisi yang bertepatan dengan moment kemerdekaan, ada beberapa warga bianaan program asimilasi dapat berkah hari kemerdekan. Yang dapat remisi ada 45 orang memenuhi persyaratan asmilasi rumah setelah dikurangi remisi asmilasi rumah selama Covid-19,” kata Ketut Akbar Herri Achjar, Kalapas Kelas II A Banyuwangi.

Baca Juga: HUT Kemerdekaan ke 75 RI, 431 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dapat Remisi 

Baca Juga: Lapas Kelas II A Banyuwangi Gelar Simulasi Pelayanan Kunjungan Protap Covid-19 

Kalapas menambahkan, sebelum dibebaskan bersyarat dan menjalani asimilasi, 45 warga binaan ini diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama.  Selain itu, mereka juga harus mencium bendera Merah Putih sebagai ungkapan wujud syukur di hari kemerdekaan dan berjanji tidak akan kembali ke dalam lapas.

“Sebagai ungkapan syukurnya kepada negara dan pulang karena mendepatkan remisi, mereka harus menyayikan lagu kebangsaan Indoensia Raya dan mencuium bendera. Dari 45 orang dapat remisi antara 1 sampai 6 bulan. Mulai kasus kriminal umum dan narkoba,” tambah Kalapas yang asli warga Using ini.

Sujud syukur di depan pintu gerbang lapas. (Foto: man)
Sujud syukur di depan pintu gerbang lapas. (Foto: man)

Pembebasan bersyarat ini mendapat respon positif dari warga binaan. Mereka tidak menyangka akhirnya bisa bebas dan kembali berkumpul dengan keluarganya di momen hari Kemerdekaan ke-75 tahun ini. Sebelum meninggalkan lapas, mereka melakukan sujud syukur bersama-sama didepan pintu gerbang dengan disaksikan oleh petugas lapas, dan para keluarga mereka yang sudah sejak pagi menunggu.

Suasana haru pecah saat para warga binaan keluar dari pintu gerbang lapas. Isak tangis terdengar bersahutan di depan pintu gerbang lapas. Mereka berpelukan secara erat antar keluarga dan sesekali terdengar suara Takbir. Bahkan seorang anak kecil menangis histeris sambil memeluk bapaknya yang baru keluar dari lapas.

“Senang sekali rasanya. Saya didalam 20 bulan, dapat remisi 5 bulan, dulu saya masuk kasus 285. Pokoknya senang seklai pas hari kemerdekaan, tidak bisa diungkapakan kata-kata. Suka dukanya ya semua pinginnya cepat pulang, ya suruh nunggu sabar,” ungkap Bahrudi, warga binaan dangan nada yang masih terbata-bata usai menangis haru bersama keluarganya.

Program pembebasan yang diberikan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI ini diterapkan secara serentak di seluruh lapas di Indonesia, dengan harapan mampu mengurangi resiko penularan Covid-19. (man)

_blank

Kabar Terkait