Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh pada Rapat Kerja (Raker) BPKP 2023 di Hotel Dialoog, Banyuwangi. (Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) menjadikan Banyuwangi sebagai inspirasi kinerja pemerintahan
yang memberikan dampak pada kemajuan daerah. Hal ini disampaikan Kepala BPKP
Muhammad Yusuf Ateh pada Rapat Kerja (Raker) BPKP 2023 di Hotel Dialoog,
Banyuwangi, Kamis (7/12/2023).
Turut hadir pada acara tersebut Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas. Acara tersebut
diikuti oleh seluruh Kepala Perwakilan BPKP se Indonesia dan jajaran BPKP
pusat.
Yusuf Ateh mengatakan pihaknya sengaja menggelar raker di
Banyuwangi dengan membawa jajarannya untuk melihat langsung kemajuan daerah
ini. Kemajuan di Banyuwangi, kata Ateh, tak lepas dari kinerja birokrasinya
yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan suatu daerah.
“Saya turut menyaksikan perjalanan kemajuan Banyuwangi yang
dimulai sejak tahun 2011. Di bawah kepemimpinan yang baik dan komitmen
birokrasinya, perencanaan pembangunan yang disusun satu persatu berhasil
diwujudkan dengan baik dan terus terjaga saat ini,” kata Ateh.
Ateh menerangkan kemajuan Banyuwangi antara lain karena
birokrasinya kompak dalam melakukan kolaborasi untuk menyelesaikan masalah.
Baik dalam hal penanganan kemiskinan, memajukan pariwisata dan program lainnya.
“Menurut kami, di sini (Banyuwangi) semuanya saling
kolaborasi ada cross cutting anggaran. Antar dinas dan bagian bekerja sebagai
superteam, tidak hanya mementingkan dinasnya saja tapi tujuan utamanya adalah
kemajuan daerah. Makanya semua saya ajak kesini untuk belajar,” tuturnya.
“Terutama kawan-kawan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah
mulai sekarang saya minta tidak hanya fokus melakukan audit. Tapi memberi
masukan pada pemerintahan daerah di wilayahnya masing-masing, agar kinerja
birokrasinya bisa memberikan dampak pada kemajuan daerah,” cetus Ateh.
Sebelumnya, peserta raker BPKP telah bertemu Bupati Ipuk
Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata. Dalam kesempatan itu, Ipuk mengaku bahwa
budaya kerja yang telah dirintis pemimpin sebelumnya terus dipertahankan.
Bagaimana program-program prioritas “dikeroyok” bareng-bareng lintas OPD untuk
mendapatkan hasil yang optimal.
“Seperti yang Pak Ateh sebut tentang cross cutting di sini
terus kami lakukan. Bahkan kami juga menggelar “weekly performance” rakor mingguan
yang diikuti seluruh kepala OPD. Di sana, masalah kita floor-kan di forum.
Harapannya, semua bisa tahu permasalahan yang tengah ada serta urgensitasnya,
solusi bisa didapatkan dari hasil diskusi bersama,” kata Ipuk.
Ipuk melanjutkan, sejumlah capaian berhasil dilakukan oleh
tim Pemkab Banyuwangi. Salah satunya angka kemiskinan yang berhasil
diturunkan dari yang tadinya naik karena adanya pandemi, dari 8,07 persen pada
tahun 2021 menjadi 7,34 pada 2023.
Begitu juga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang
menunjukkan besaran ekonomi Banyuwangi pada 2022 mencapai Rp 93,29 triliun
(BPS), meningkat 8,6% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita Banyuwangi
tahun 2022 juga meningkat menjadi Rp 53,87 juta per orang per tahun.
“Semuanya berkat kekompakkan semua elemen birokrasi dan
adanya peran serta aktif rakyat Banyuwangi memajukan daerah,” pungkas Ipuk. (humas/kab/bwi)