(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Hamsiah, warga Dusun Patoman, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, kini semakin semangat setelah mendapatkan bantuan alat usaha “Kanggo Riko”, dari pemerintah kabupaten Banyuwangi.
Program yang fokus memberdayakan ribuan warga miskin dengan menggelontorkan dana penguatan ekonomi bagi rumah tangga miskin (RTM) yang sedang merintis usaha atau berniat meningkatkan usahanya.
Kanggo Riko dalam bahasa Using
berarti ”Untuk Anda”. RTM yang menjadi sasaran program ini masingf-masing
mendapatkan Rp2,5 juta lewat Anggaran Dana Desa (ADD), disesuaikan dengan
kebutuhan usaha mereka.
Warung milik Hamsiah, wanita
paruh baya itu berjualan lontong tahu di rumahnya yang sederhana. Tepat di
belakang Balai Dusun Patoman.
"Enak tahu lontongnya
padahal tempatnya nyempil tidak di pinggir jalan. Semoga lancar terus
usahanya," ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi
warung tersebut dalam rangkaian Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) pada Kamis
(16/3/2023).
“Lontongnya punel dan bumbu
kacangnya terasa sedap,” imbuh Ipuk sembari melahap seporsi lontong hingga
tandas.
Di balik kunjungan tersebut, Ipuk
ingin memastikan salah satu program pemberdayaan ekonomi Kanggo Riko yang
digencarkannya berjalan tepat sasaran.
“Saya ingin memantau langsung,
apakah program-program yang kita lakukan ini tepat sasaran dan berdampak
langsung ke masyarakat. Dari sini nanti akan dilakukan evaluasi untuk perbaikan
atau mencetuskan ide lainnya,” ungkap Ipuk.
Ibu Hamsiah merupakan salah satu
dari 1.700 RTM yang menerima manfaat program Kanggo Riko tersebut. Program yang
dirintis sejak 2018 ini, terus diperluas sasarannya. Hingga tahun kemarin,
total keseluruhan penerima manfaat ada 5.118 RTM dari 143 desa.
“Tahun ini Kanggo Riko diberikan
untuk 1.700 RTM. 60 persen lebih kami sasarkan pada perempuan kepala rumah
tangga," kata Ipuk.
Atas bantuan tersebut, ibu tiga
anak itu, mengaku senang. Ia mengaku dengan bantuan peralatan berupa etalase,
kompor gas, dan aneka peralatan lainnya itu dapat meningkatkan kualitas
dagangannya.
“Dari dulu, pingin beli etalase.
Tapi, tidak kesampaian-kesampaian. Untungnya ada bantuan ini. Jadi enak,
jualannya tidak kotor,” ungkap istri dari Pak Buang ini dengan bahasa Osing
yang medok.
Ia mengaku, dengan penambahan
peralatan tersebut, berdampak pada pendapatannya. “Tambah banyak yang beli,”
akunya.
Sementara Plt Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi Ahmad Faishol menegaskan,
program Kanggo Riko tersebut disalurkan melalui mekanisme ADD di Pemerintah
Desa.
“Penyalurannya dilakukan langsung oleh Desa. Kami hanya memastikan ada alokasi anggaran di ADD untuk program ini,” katanya. (humas/kab/bwi)