oleh

Deklarasi Tidak Dihadiri Pengurus DPC PKB, Gus Riza Optimis Bisa Menggantikan “Yu Nah dan Yu Tun”

KabarBanyuwangi.co.id – Deklarasi Pasangan Mas Yusuf – Gus Riza sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, tanpa dihadiri Pengurus Cabang PKB Banyuwangi. Padahal PKB dan Partai Demokrat, merupakan partai besar yang pertama kali mengusung Pasangan Mas Yusuf – Gus Riza, sebelum akhirnya memperoleh tambahan dukungan dari PKS dan Partai Golkar.

Menurut Yusuf Widiyatmoko, sebagai Bakal Calon Bupati Banyuwangi, ketidakhadiran jajaran Pengurus DPC PKB pada acara Deklarasi, karena dalam waktu bersamaan sedang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) bersama pengurus PKB se Banyuwangi.

“PKB sudah diwakili Ketua Dewan Syuro, yaitu KH Ghofar” kata Yusuf menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Luminor,Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Pasangan Bacabup Banyuwangi, Mas Yusuf dan Gus Riza Dibaiat Kyai Sepuh PWNU Jawa Timur

Baca Juga: Rekomendasi Partai Persatuan Pembangungan (PPP) Jatuh ke Pasangan Ipuk-Sugirah

Baca Juga: Partai Non Parlemen di Banyuwangi Dukung Pasangan Mas Yusuf – Gus Riza

Pernyataan Yusuf tersebut dibenarkan KH Ghofar yang juga dikenal sebagai pengurus Alumni Ponpes Darussalam Blokagung menegaskan, keberadaannya dalam kepingurus DPC PKB Banyuwangi tertinggi, di atas Ketua Cabang. Sehingga kehadirannya yang mewakili PKB dalam Acara Deklarasi Pasangan Mas Yusuf Gus Riza, tidak perlu diragukan.

“Di atas saya itu peci”, kata Kyai Penceramah yang sering menggunakan Bahasa Using ini sambil berkelakar.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Banyuwangi, KH. Muhammad Riza Aziziy atau Gus Riza, mengaku tidak menyangka jika ditunjuk sebagai Calon Wakil Bupati Banyuwangi mendapingi Yusuf Widiyatmoko. Namun keberadaan Gus Riza di PKB sebetulnya bukan wajah baru, karena pernah mancalonkan diri sebagai Calon Anggota Legeslatif di Dapil Jember.

“Saat itu, saya hanya bermodal suara alumni Blokagung di Jember sekitar 25.000 suara. Namun saya kapitalisasi, sehingga mendongkrak perolehan suara saya hingga ke urutan empat. Tentu prestasi ini dibaca oleh DPP PKB, makanya saya ditunjuk sebagai solusi memecak kebuntuan komunikasi,” tegas pakar Ekonomi Syariah ini kepada wartawan.

Meski sejak 7 tahun terakhir tinggal di Jawa Barat, karena mengelola Pondok Pesantrean. Namun Gus Riza mengaku masih banyak mempunyai pendukung dan kolega di Banyuwangi sebagai tanah kelahirannya.

“Saat bertemu dengan Pengurus DPD Golkar Jawa Timur, saya tegaskan insyaallah saya dan Mas Yusuf bisa menggantikan posisi “Yu Nah dan Yu Tun”,” kata Gus Riza menyebut nama-nama tokoh yang sering dipakai Bupati Abdullah Azwar Anas untuk menggambarkan womng cilik di Banyuwangi. (sen)

_blank

Kabar Terkait