oleh

Dianggap Sering Menganiaya, Anak Polisikan Ayah Kandung

KabarBanyuwangi.co.id – Kasus penganiayaan yang dilakukan ayah kepada anak kandung di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, berujung ke meja hukum. HNF, (63) warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ini hanya tertunduk saat diperiksa polisi di ruang penyidik Unit Reskrim Polsek Genteng, Kamis (20/8/2020).

Pria ini ditangkap polisi setelah anak kandungnya HI, melaporkan dugaan aksi penganiayaan yang dilakukan. Bahkan aksi sang ayah ini sering kali dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Kasus hukum antara anak dan ayah ini berawal saat pelaku ditegur mantan istrinya karena mengambil kawat besi di toko milik ibu korban beberapa waktu lalu. Tidak terima ditegur, pelaku yang memang dikenal tempramen ini langsung mencoba akan menganiaya mantan istrinya tersebut.

Baca Juga: Bejat, Pria Ini Cabuli Bocah 9 Tahun di Areal Persawahan

Baca Juga: Duh, Bocah 7 Tahun Diduga Dicabuli Pemuda dengan Iming-Iming Bakso

Baca Juga: Kedapatan Berada di Dalam Dapur, Pemuda Mengaku Warga Kalibaru Ditangkap

Korban yang mengetahui kejadian ini berusaha melindungi ibunya dari amukan sang ayah. Keduanya juga sempat terjadi cekcok mulut hingga akhirnya pelaku melakukan penganiayaan kepada korban. Akibat bogeman mentah sang ayah, korban mengalami memar di bagian mulutnya.

“Saya yang dipukul sampai memar di bibir. Bapak dan ibu itu memang sudah lama berpisah, karena bapak nikah lagi. Awal kejadian ini, bapak itu ditegur oleh adik saya karena ketahuan mengambil kawat besi di toko ibu saya. Enggak terima ditegur, bapak marah-marah mencoba mengejar adik saya, dan adik saya itu lari ke rumah pak RT,” kata HI didampingi adiknya saat di Mapolsek Genteng.

“Terus bapak mencari ibu saya dengan mencoba masuk kamar. Karena mau memukul ibu, saya langsung melindungi ibu, dan akhirnya malah saya yang kena pukul di mulut. Enggak sekali ini saja, tapi sering bapak itu marah-marah dan mukul begini,” imbuh HI.

Meski sudah dilakukan mediasi oleh perangkat desa dan Polisi, HI, sang anak bersikukuh tetap melaporkan ayahnya ke polisi lantaran mediasi yang dilakukan selalu berujung buntu. Emosi korban memuncak setelah pelaku yang sering marah-marah dengan alasan yang tak jelas ini malah mengancam akan menghabisi nyawa ibu korban jika mereka melakukan perlawanan.

Usai menjalani pemeriksaan, pelaku dimasukan ke ruang sel Polsek Genteng. (Foto: man)
Usai menjalani pemeriksaan, pelaku dimasukan ke ruang sel Polsek Genteng. (Foto: man)

Laporan kepada polisi ini juga diakui korban sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga sang ayah agar pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Sebenarnya kasihan, tapi ini hasil rembukan saya dan keluarga dari bapak juga. Pihak desa dan polisi sebenarnya juga sudah memediasi dan berakhir damai. Tapi bapak itu malah mengancam gini “Titenono telung dino engkas makmu mbuntel, koen nggak usah melok opo-opo” (tiga hari lagi ibumu meninggal, kalian tidak usah ikut campur),” ujar HI menirukan ancaman sang ayah.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Genteng, Kompol Samsodin mengatakan, laporan ini terpaksa dilakukan oleh anaknya karena beberapa mediasi yang sudah lakukan dengan disaksikan perangkat dusun hingga desa tidak membuahkan hasil. Namun demikian pihaknya akan terus berusaha untuk melakukan mediasi perdamaian antara anak dan bakapnya ini.

“Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara selama lima tahun dengan jeratan pasal 44 ayat 1 tentang KDRT. Meski sudah dilakukan penahanan, kita tetap terus berupaya melakukan mediasi agar kasus antara anak dan ayah kandung ini tidak sampai berujung ke meja hijau,” pungkas Kapolsek Genteng, Kompol Samsodin. (man)

_blank

Kabar Terkait