oleh

Dinas Pendidikan Banyuwangi Mulai Besok Gelar Belajar Tatap Muka Terbatas di Sekolah

KabarBanyuwangi.co.id– Setelah hampir 6 bulan lamanya melakukan belajar dari rumah atau belajar dengan sistem online akibat dari pandemi Covid -19, kini para pelajar tingkat SMA dan SMK  di Kabupaten Banyuwangi mendapat angin segar. Pasalnya mulai tanggal 18 agustus hingga tanggal 29 agustus 2020, pembelajaran tatap muka terbatas akan diberlakukan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka berdasarkan pada surat edaran Gubernur Jawa Timur.

“Dalam surat  edaran itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memberikan relaksasi sedikit kepada dunia pendidikan tingkat SMA dan SMK. Relaksasi itu terhitung sejak tanggl 18 Agustus besok akan dilakukan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas,” ujar Istu Handono Senin (17/8/2020).

Baca Juga: Dr Tirta Bakar Motivasi Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas 

Baca Juga: Wow!! Program Banyuwangi Ayo Mengajar Raih Penghargaan MURI

Baca Juga: In House Training (IHT), Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

Untuk tahap awal kata Istu, pihaknya hanya menunjuk perwakilan 3 sekolah sebagai perwakilan SMA, SMK dan SMA LB. Tiga sekolah tersebut yaitu SMA Negeri 1 Pesanggaran, SMK Negeri 1 Glagah dan SMA LB Banyuwangi.

“Tiga sekolah itu kita tunjuk untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, karena sebagai wilayah kategori rendah penularan Covid -19. Sebab kita tidak ingin sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas justru menjadi kluster baru penularan Covid-19 di Banyuwangi,” tambah Istu

Sebelum masuk kelas, murid SMK I Glagah wajib cuci tangan. (Foto: dok wan)
Sebelum masuk kelas, murid SMK I Glagah wajib cuci tangan. (Foto: dok wan)

Kata Istu, untuk dapat membuka kembali pembelajaran tatap muka terbatas, juga terdapat syarat lain yang harus dipenuhi. Diantaranya, harus menerapkan protokol kesehatan Covid- 19 dengan ketat, mendapat ijin dari orang tua atau wali murid, ada rekomendasi dari komite sekolah, serta mendapat ijin dan rekomedasi dari gugus tugas kabupaten Banyuwangi.

“Jika orang tua murid tidak mengijinkan anaknya sekolah karena masih ragu tertular Covid-19, tidak jadi masalah, dan pihak sekolah tidak boleh memberi sanksi.Tapi mereka diwajibkan mengikuti belajar sistem online dari rumah,” kata Istu

Istu menjelaskan, jika dalam pelaksanaan belajar tatap muka berjalan lancar dan tidak menimbulkan kluster baru, maka pihaknya akan mengajukan pengusulan kembali penambahan siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas hingga 50 persen dari seluruh siswa di sekolah yang sudah ditunjuk belajar tatap muka.

” Apabila lancar dan aman kita akan usulkan penambahan, bahkan kedepan kita juga akan mengusulkan penambahan sekolah lain untuk bisa membuka pembelajaran tatap muka, dengan catatan mengikuti perkembangan Covid -19 di Banyuwangi,” pungka Istu. (wan)

_blank

Kabar Terkait