oleh

Dipicu Dendam Lama, Seorang Pria Bacok Rekan Kerjanya dengan Samurai

KabarBanyuwangi.co.id – Pelaku pembacokan rekan kerja, seorang karyawan pabrik pengolahan triplek di Kecamatan Srono, Banyuwangi ditangkap polisi. Pelaku adalah DS (23) warga Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. Sedangkan korbannya adalah Genta Marcelino (22) warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Aksi pembacokan terjadi saat korban pulang dari pabrik beberapa hari lalu. Sesampainya di Jalan Raya Jember Banyuwangi tepatnya di Desa Wonosobo, korban mengendarai motor seorang diri tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang dibonceng rekannya.

Baca Juga: Polisi Tembak Kaki Residivis Pelaku Jambret Dalam Operasi Sikat Semeru 2020

Baca Juga: Polisi Bekuk Diduga Sindikat Penipu Modus Hack Nomer HP dan WA Lintas Provinsi

Baca Juga: Tarik Paksa Kendaraan Kreditan, Oknum Debt Collector Dibekuk Polisi

Setelah berhasil memberhentikan laju kendaraan korban, tanpa basa-basi pelaku langsung mengayuhkan pedang samurai ke arah korban. Sabetan samurai mengenai pelipis, hingga korban tersungkur di tepi jalan. Melihat korban tersungkur, pelaku langsung kabur ke arah selatan mengendarai motor miliknya.

Sementara, sambil merintih kesakitan, korban kembali ke pabrik meminta bantuan ke rekan-rekannya untuk dirujuk ke rumah sakit, dan melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Sehari setelah aksi pembacokan, polisi berhasil menangkap pelaku.

Penyidik menunjukan barang bukti sebuah samurai. (Foto: istimewa)
Penyidik menunjukan barang bukti sebuah samurai. (Foto: istimewa)

Kepada polisi, pelaku nekat membacok didasari rasa dendam sakit hati masalah pekerjaan. Dalam melakukan aksinya pelaku juga sedang terpengaruh minum-minuman keras (Miras).

“Memang ada masalah, yang membuat saya sakit hati dan ingat itu leher belakang saya pernah dipukul, dan masih terasa pusing. Itu yang membuat saya jadi ingat dan dendam,” kata DS, kepada penyidik Polsek Srono, Kamis (8/7/2020).

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pedang samurai, dan sepeda motor milik pelaku. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis tentang penganiayaan, dan kepemilikan senjata tajam ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

“Motifnya memang karena dendam. Sebenarnya permasalahan sudah selesai, tapi pelaku kurang puas. Akhirnya karena dipicu dendam yang sangat lama, pelaku melampiaskan amarahnya dengan melakukan tindak pidana penganiayaan menggunakan sebilah pedang samurai,” jelas Iptu Tarkam, Kanit Reskrim Polsek Srono. (man)

_blank

Kabar Terkait