oleh

Disbudpar Banyuwangi dan DKB, Sepakat Perketat Protokol Kesehatan Pentas Kesenian

KabarBanyuwangi.co.id – Grafik Pandemi Covid-19 di Banyuwangi, masih menunjukkan posisi zona merah. Potensi usaha kepariwisataan yang lumpuh sejak April lalu, perlahan-lahan hampir menemukan celah untuk keluar dari kungkungan. Ini dibuktikan dengan sibuknya Disbudpar mencari format terobosan bersama pihak-pihak terkait.

“Mulai dunia perhotelan, guide, driver wisata, usaha kuliner, homestay, kelompok pasar rakyat, pengelola destinasi, seniman dan budayawan. Semua sudah kami kumpulkan secara bertahap. Mereka kami ajak diskusi, untuk membuat SOP Protokol Kesehatan sesuai gerak kebutuhannya. Intinya, masker, cuci tangan dan jaga jarak  wajib ada di dalam pointer SOP,” kata Kadisbudpar Banyuwangi MY. Bramuda.

Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Gelar Pameran Benda Purbakala dan Lomba Vlog untuk Kaum Milenial

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Disbudpar Banyuwangi Tutup 6 Wisata Kuliner

Baca Juga: Disbudpar Tambah Kuota Penonton Sendratari “Sritanjung Hidup Kembali”

Usaha kepariwisataan, sedikit demi sedikit menggeliat dan mampu memompa denyut perekonomian di Banyuwangi. Dewan Kesenian Blambangan (DKB) yang menaungi keberadaan seniman dan pelaku seni, sangat setuju pembuatan SOP Protokol Kesehatan. Keberadaan SOP sebagai landasan sebuah kegiatan, dengan segala pertimbangtan yang matang.

“Kita ini kan seperti belajar menahan bola salju yang menggelinding dari puncak. Ketika butuh tenaga untuk menahan, secara bersamaan butuh energi untuk bertahan. Kalau kegiatan distop, berarti perputaran ekonomi tersendat dan resikonya lebih berat, karena berhubungan dengan masalah perut,” ucap PLT Ketua DKB Drs. Hasan Basri, Rabu (16/9/2020).

“Sekarang kita berfikir, tanpa adanya kegiatan ekonomi demi memanjakan keberadaan Covid-19, apakah korbannya akan menurun? Kalau sama-sama beresiko, lebih baik tetap giat sambil memperhatikan perawatan dan penjagaan kesehatan. Sehingga kita tidak kalah 2-0,” imbuh kang Hasan Basri.

Akhirnya DKB dan Disbudpar Banyuwangi sepakat, memompa semangat Seniman sebagai penjaga gawang kesenian Banyuwangi, untuk tetap berkreasi. Beberapa sanggar seni yang berkualitas, diundang menggelar atraksi di hotel-hotel. Agar tamu-tamu hotel tanpa harus keluar area hotel, sudah mendapat suguhan atraksi kesenian.

Plt. Ketua DKB, Hasan Basri bersama Sekdin Budpar, Cholilul Ridho dalam Rapar Koordinasi. (Foto: istmewa)
Plt. Ketua DKB, Hasan Basri bersama Sekdin Budpar, Cholilul Ridho dalam Rapat Koordinasi. (Foto: istmewa)

Selain itu, sanggar-sanggar seni tari, dirangsang untuk melahirkan karya baru. Sejumlah kelompok seni pertunjukan semacam janger dan jaranan juga tidak luput dari bidikan program penggiatan atraksi di nasa new normal saat ini.

“Kami berharap, kegiatan atraksi mampu menggeret serta geliat ekonomi kerakyatan meski tidak  tergolong kelas besar. Meski sedikit tapi lumintu,” ucap Sekertaris Disbudpar, Choliqul Ridha mengakhiri pertemuan dengan Pengurus hàrian DKB, Rabu (16/9/2020).

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait