oleh

Disbudpar Terima Pendaftaran Kelompok Kesenian Banyuwangi di Luar Negeri

KabarBanyuwangi.co.id – Angin segar bagi kelompok kesenian tradisional Banyuwangi yang ada di luar negeri. Karena Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, akan menerima pendaftaran mereka dan diberi nomer induk jika mendaftar.

“Syaratnya mudah, cukup menyodorkan foro copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli Banyuwangi sudah bisa didaftar. Kalau ada yang mau mendaftar, silahkan datang ke kantor Disbudpar saya tunggu,” kata Kadisbudpar Banyuwangi, Moch. Bramuda kepada kabarbanyuwangi.co.id, Selasa (4/8/2020).

Bram mengaku senang sekali, jika ada semangat melestarikan kesenian asli Daerah Banyuwangi di tanah rantau. Apalagi mereka ini ternyata Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Banyuwangi yang sehari-harinya disibukan pekerjaan, ternyata masih sempat melestarikan kesenian nenek moyangnya.

“Bagi kami ini kabar gembiran, karena tidak hanya melestarikan dalam bentuk pertunjukan. Namun mereka juga bersemangat mengurus formalitas kelembanggaanya,” tambah Bram.

Baca Juga: Pemain Jaranan Buto Rela Disabet Cemeti Asal Diberi Imbalan Rp 100 Ribu, Ini Alasannya

Baca Juga: Kesenian Tradisional Jaranan Buto Banyuwangi Eksis di Taiwan

Baca Juga: Pertama Kali, Jaranan Buto Banyuwangi Tampil Secara Virtual

Sementara itu, Sugeng alias Jambrong, BMI asal Banyuwangi yang mengelola Jaranan Buto Banyuwangi di Taiwan, mengaku senang sekali mendengar kabar dari Kadisbudpar. Pihaknya yang sudah mulai diterima di Taiwan, baik dari Buruh Migran asal Banyuwangi maupun daerah lain di Indonesia, sudah lama mendapatkan ada Nomor Induk Kesenian.

“Alhamdulillah kalau begitu, saya dan teman-teman di Taiwan akan segera rapat untuk menindaklanjuti kabar ini. Setelah ada kesepakatan siapa yang harus datang ke Banyuwangi langsung, saya akan koordinasi dengan senior kami Pak Cholik yang sekarang sudah menetap di Benculuk. Namun kapan kita ke Banyuwangi, tentu masih menunggu kepastian situasi pasca Covid-19,” ujar Jambrong saat dihubungi kabarbanyuwangi.co.id via Whatsapp (WA).

Kelompok Kesenian Daerah Banyuwangi yang berkembang di Taiwan oleh Buruh Mingran. (Foto: dok istimewa)
Kelompok Kesenian Daerah Banyuwangi yang berkembang di Taiwan oleh Buruh Mingran. (Foto: dok istimewa)

Selain koordinasi dengan sesama pengelola Jaranan Buto, seperti Erick Sugianto yang asli Tegaldlimo, pria asal Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar ini, juga akan menghubungi teman-teman lainnya pengelola Kesenian Janger dan Gandrung di Taiwan. Kalau bisa mereka juga bisa mengurus nomor induk kesenian sekalgus.

“Ini kan kabar baik, makanya saya akan berbagai sesama teman Buruh Migran asal Banyuwangi lainnya yang mengelola kesenian asli Banyuwangi di Taiwan. Selain Jaranan Buto, juga ada Kelompok Gandrung dan Janger Banyuwangi di Taiwan,” tambah Bapak dua anak ini.

Kelak setelah mendapatkan nomor induk kesenian dari Disbudpar Banyuwangi, pihaknya berencana segera mendaftarkan kelompok ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Kota Taipe.

“saya berharap, bila unsur legalitas ini sudah seleseai, kelak setiap penampilan di acara-acara resmi kami sudah tidak perlu dikawatirkan lagi,” pungkas Jambrong. (sen)

_blank

Kabar Terkait