Dispenduk Capil Banyuwangi Buka Layanan Adminduk di Lokasi BencanaDispenduk Capil Banyuwangi

Dispenduk Capil Banyuwangi Buka Layanan Adminduk di Lokasi Bencana

Dispenduk Capil) Banyuwangi membuka pelayanan adminduk warga korban banjir di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Pasca terjadinya bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil), membuka pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di lokasi terdampak bencana.

Pelayanan jemput bola itu dilakukan untuk membantu warga mendapatkan kembali dokumen penting seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran dan kartu tanda penduduk (KTP) yang rusak atau hilang akibat diterjang banjir.

"Layanan ini kita berikan khusus kepada warga korban banjir. Kita berusaha memberikan layanan terbaik, karena dokumen itu memang sangat dibutuhkan," kata Kepala Dispenduk Capil Banyuwangi, Djuang Pribadi, Kamis (20/10/2022) malam.

Baca Juga :

Djuang mengatakan, penggantian atau pencetakan baru adminduk dilayani menggunakan mobil pelayanan keliling Dispenduk Capil. Salah satunya menyasar warga korban banjir yang tinggal di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo.

"Di lokasi ini, data yang sudah masuk baru 26 warga. Kebanyakan mengurus KTP, KK, dan akta kelahiran. Tapi tidak menutup kemungkinan jumlah yang mengurus akan bertambah, makanya disini kita buka sampai besok," ujarnya.

Pelayanan serupa juga akan dibuka di beberapa titik terdampak bencana, tak terkecuali di Kecamatan Pesanggaran.

"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Camat maupun Kades untuk mendata warganya yang dokumennya hilang atau rusak akibat banjir. Nanti kami akan datang ke lokasi," kata Djuang.

Djuang menambahkan, pencetakan baru dokumen kependudukan bagi korban terdampak bencana diberikan tanpa prosedur yang menyulitkan masyarakat. "Semuanya langsung kita proses jadi saat itu juga, dan tanpa dipungut biaya," tambahnya.

Dia berharap adanya pelayanan itu bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. (fat)