Ucapan Ipuk Sugirah

DKB dan Radio Blambangan Lestarikan Tradisi Basanan dan Wangsalan UsingDKB Banyuwangi


DKB dan Radio Blambangan Lestarikan Tradisi Basanan dan Wangsalan Using

Keterangan Gambar : Menghidupkan kembali tradisi berpantun di Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menjalin kerjasama dengan Radio Blambangan menghidupkan lagi tradisi berpantun di Banyuwangi. Acara rintisan DKB sebagai Program Serat Blambangan (sastera dan seputarnya) itu, akan disiarkan secara langusng lewat Radio Blambangan 88.1 FM, Selasa 23 Februari 2021 pukul 19.00 – 20.00 WIB. Bisa interatif lewar AwatApp  (WQA) 08113786881.

“Program ini masih rintisan. Diawali Talkshow ini, kemudian diarahkan lahirnya komunitas-komunitas Basanan. Baik umum maupun kalangan seniman, dan selanjutnya diharapkan merambah ke pelajar,” ujar Ketua DKB, Hasan Basri.

‘Basanan’ atau pantun bagi warga Using, sebagai bahan komunikasi sosial sekalgus sebagai hiburan. Selain itu ada juga ‘Wangsalan’, yaitu kalimat tebak-tebakan yang hampir mirip dengan cangkriman. Wangsalan memiliki petunjuk untuk menjawab batangan atau tebusannya di dalam kalimat pertanyaannya itu.

Baca Juga :

“Tradisi ini dulu menjadi lazim di komunitas-komunitas Using, tetepi sekarang memudar. Bahkan jangankan anak muda, orang-orang tua dan para seniman juga banyak yang kurang paham. Tidak bisa membedakan antara ‘Basanan’ dan ‘Wangsalan’.  Target awal dari kegiatan ini para seniman dan umum, selanjutnya anak muda dan pelajar,” tambah Kang Son, begitu sapaan akrabnya.

Kang Son yang asli Mangir Rogojampi ini menambahkan, targetnya pertama menggairahkan tradisi basanan atau berpantun. Hingga masyarakat senang berpantun. Selanjutnya basanan dan Wangsalan bisa dipopulerkan di medsos dan media publik lainnya.

“Selanjutnya diharapkan, tradisi berpantun ini bisa mengungkap tradisi berpantun di Banyuwangi yang dulu melekat. Dari kesadaran ini pantun/basanan menambah kebanggaan kepada daerah. Identitas daerah. Kearifan lokal dan lain-lain,” tambah Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Banyuwangi ini.

Tampil pembicara dari DKB adalah Juwono, atau Kang Ju dari Singojuruh. Selain dikenal sebagai pimpinan Angklung Larasati, juga Guru SD dan penyusun materi ajar Bahasa Using untuk sekolah. Ada Ade S Sahlan, aktivis pelestari Bahasa Using yang sering menggunakan nama tokoh Janakim. Kemudian terakhir adalah Selamet Sugiono, pematung asli Cungking yang mempunyai perhatian terhadap tradisi sastra Using.

Selain mengagendakan acara rutin pelestarian lewat Talkshow,  DKB juga sedang jalin komunikasi di tingkat Desa, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Masih banyak komunitas yang kita gandeng, agar mereka ikut terlibat dan memiliki tradisi yang ada di Banyuwangi,” pungkas Hasan Basri. (sen)