oleh

Forum Pengelolaan KEE Teluk Pangpang Dibentuk

KabarBanyuwangi.co.id – Pengelolaan kawasan Teluk Pangpang Banyuwangi yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/338/KPTS/013/2020, mulai dibentuk.

Pengelolaan kawasan yang mengarah pada prinsip konservasi ini melibatkan banyak komponen, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Kehutanan, serta instansi terkait.

Seperti yang disampaikan Febriany Iskandar, selaku Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjelaskan, KEE memiliki pengelolaan yang berbeda dengan kawasan konservasi lainnya. Arah pengelolaan KEE ini fokus pada konservasi perlindungan, pemanfaatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Teluk Pangpang Tegaldlimo Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekosistem Esensial

Baca Juga: “Kampoeng Batara” Bersama Perhutani Inventarisir Jenis Bambu, Sebagai Langkah Konservasi

Baca Juga: Menunggu Peran Pemuda Dalam Konsevasi Penyu di Banyuwangi

Dalam pengelolaan KEE ini melibatkan multi stakeholder yang selanjutnya disebut forum koordinasi pengelolaan KEE Teluk Pangpang.

“Harapannya, para pihak yang terlibat didalamnya ini bisa berperan dan berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya serta saling menguatkan,” ungkap Febrian Iskandar di sela lokakarya tentang KEE di Hotel Aston Banyuwangi, Rabu (7/10/2020).

Di kesempatan yang sama Hayu Wibawa dari United States Agency for International Development (USAID) yaitu Bangun Indonesia untuk Jaga Alam demi Keberlanjutan (BIJAK) menyampaikan, ada tiga hal yang berkaitan dengan KEE yakni mengenai pondasi kelembagaan, pondasi pengelolaan, dan pondasi pemantauan efektifitas.

Kawasan KEE Teluk Pangpang di Kecamatan Tegaldlimo,  Banyuwangi. (Foto: istimewa)
Kawasan KEE Teluk Pangpang di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. (Foto: istimewa)

Saat ini, kata Hayu Wibawa, masih dalam fase penguatan kelembagaan, yaitu menyusun pondasi kelembagaannya. Setelah itu pondasi pengelolaan terkait rencana kerja, rencana aksi dan lain sebagainya. Kemudian melakukan monitoring efektifitas sejauh mana hasil pengelolaan KEE.

“Kita akan masuk dalam tiga hal ini. Sehingga nantinya bisa dijadikan modeling untuk kemudian kita jadikan percontohan KEE lainnya,” terang Hayu Wibawa.

Karena, menurutnya, Indonesia memiliki target peningakatan efektifitas 11 KEE. Salah satunya KEE Teluk Pangpang di Kabupaten Banyuwangi yang memang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dan biofisik yang luar biasa serta nilai historisnya banyak.

“Selanjutnya kita akan masuk di tiga KEE yang ada di Jawa Timur. Banyuwangi sebagai starting poin. Kita mencoba membuat modeling disini. Dan model yang kita hasilkan di Banyuwangi inilah yang kita jadikan role model untuk lokasi KEE lainnya,” pungkasnya. (fat)

_blank

Kabar Terkait