oleh

Gerakan Filantropi UT Untuk Anak Negeri

KabarBanyuwangi.co.id – Sudah tak bisa dihitung pengabdian Universitas Terbuka (UT) untuk anak bangsa di negeri sendiri. Bahkan sejak awal berdirinya, UT memberikan beragam jasa pendidikan tanpa lelah dan tanpa pandang bulu di berbagai pelosok Nusantara.

Sebelum bangsa ini mempraktikan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah hingga Perguruan Tinggi di masa pandemi Covid-19, UT sudah bermula mengadakan pengajaran jaringan, baik dengan radio, televisi, maupun internet dalam konteks education cyber. UT lah pelopor pemakaian cyber pertama di negeri ini.

Filantropi dalam konteks memberi (giving) bantuan kemanusian dan melayani (services) antar sesama, sudah digarap dan dipraktikan UT sejak lama.

Seorang guru, sebut saja Untung, lelaki difabel di daerah Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Madura, ialah guru yang sudah mengajar 26 tahun di  MI dan M.Ts Miftahul Ulum Kecamatan Batang-batang Sumenep. Ia mengajar memakai laptop yang dioperasikan dengan jari di kedua kakinya. Ia mengeluh ingin kuliah S1, namun terkendala dana.

Baca Juga: Kolaborasi Dewan Pendidikan dengan MGMP Lintas MAPEL

Baca Juga: Wow!! Program Banyuwangi Ayo Mengajar Raih Penghargaan MURI

Ratapan itu didengar Pokjar, UPBBJ Surabaya (Pak Teguh Prakoso, waktu itu) bahkan Rektor UT Prof Drs Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D. Untung bangkit semangatnya, seperti pucuk dicinta ulam tiba. Kuliahlah ia dengan fasilitas biaya penuh hingga lulus dari UT dengan sistem Tutorial Tatap Muka (TTM). Untung ialah mahasiswa yang gigih dan pantang menyerah (Jawa Pos, Minggu 27 Mei 2018 halaman 9).

Sementara itu, para MUDAers di Komunitas Kompas sudah sejak 2010 mengakui UT sebagai tempat kuliah yang murah dan fleksibel. Kesan pertama UT sebagai kampusnya orang-orang tua (para pekerja kantor, guru, dan profesional) mendadak sontak berubah wajah sebagai kampus untuk kaum muda yang tidak dengan jadwal padat, sehingga bisa melakukan aktivitas kerja.

Apalagi UT juga sudah memiliki 37 perwakilan yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) tersebar di 34 provinsi, bahkan siap melayani WNI yang ingin belajar di 42 negara di dunia lewat pendidikan jarak jauh atau PJJ (Kompas, Jumat 17 Februari 2012 halaman 44).

Bertepatan dengan Dies Natalis ke-32 tanggal 5 September 2016 silam, UT sebagai PTN milik pemerintah telah memiliki empat program studi yang terakreditasi A, tiga kali mendapatkan tinjauan kualitas dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) yang saat itu diserahkan oleh anggota executive Committee, Bellinda Tynan kepada Rektor UT Tian Belawati.

Baca Juga: In House Training (IHT), Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

Selain itu UT-TV dan UT-Radio berbasis internet juga diluncurkan (Kompas, Selasa, 6 September 2016 halaman 12).

Satu hal yang paling prinsip dan sejak lama sudah menjadi tradisi akademik di UT adalah UT Terdepan dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Selain itu sebagai kabar terbaru, pada saat Dies Natalis ke-36 (1984-2020) yang dipusatkan di Kampus Induk Pondok Cabe Tangerang, Jumat 4 September 2020 mulai pukul 07.45 hingga usai secara zoom, Mendikbud Nadiem Makarim sangat mengapresiasi, karena UT telah berjuang dalam bidang pendidikan hingga ke daerah-daerah pelosok di tanah air.

UT mampu beradaptasi dengan tantangan di era adaptasi kebiasaan baru. Konsep merdeka belajar di kampus juga sudah bisa diterapkan dengan baik (Jawa Pos, Sabtu 5 September 2020 halaman 5). Begitulah teroka UT sepuluh tahun terakhir, ternyata progres dan menggembirakan.

(Penulis: Suyanto, M.Si, Guru sastra di SMPN 1 Genteng, Tutor UT Jember Pokjar Genteng A (2007-Sekarang), dan staf ahli Dewan Pendidikan Banyuwangi)

_blank