oleh

Guru MI Curhat ke Gus Riza, Sepuluh Tahun Dana BOSDA Tidak Cair

KabarBanyuwangi.co.id – Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengaku selama 10 tahun bersabar menunggu cairnya Dana Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Jumlah MI se-Banyuwangi mencapai 243 sekolah, 3.600 Guru dan 37 ribu lebih siswa.  Sementara dana BOS dari pemerintah pusat, sekarang semakin berkurang.

“Kami sudah kenyang makan janji-janji Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, karena selama 10 tahun hanya janji. Padahal kita sudah kerahkan sekolah untuk meramaikan Festival Muharam, hingga memacetkan jalan-jalan protocol Kota Banyuwangi. Namun janji tetaplah janji,” ujar Hasyim Perwakilan Kepala MI se-Banyuwangi kepada Gus Riza di Dusun Darungan, Desa Tegalarum Kecamatan Sempu.

Pertemuan yang terkait bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, memang menjadi konsen Gus Riza. Hadir dalam pertemuan tersebut Lazinu, MUI, Guru yang terbagung dalam Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama), Ansor  dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Bawaslu Temukan Pelanggaran Kampanye Tanpa Kantongi STTP

Baca Juga: Komisi A DPRD Jatim Berkunjung Ke Bawaslu Banyuwangi

Baca Juga: Ipuk Fiestiandani Dihadiahi Batik Kuno dari Maestro Batik Banyuwangi

Hasyim memohon maaf sebelumnya, karena saat menceritakan kejadian sebenarnya harus menceritakan orang lain. Sebetulnya guru-guru Madrasah tidak muluk-muluk permintaannya, hanya berharap Pemkab Banyuwangi memenuhi janjinya. Mencairkan BOSDA yang pernah dijanjikan kepada MI, karena saat ditanggih kepada Dinas Pendidikan Banyuwangi, alasannya MI bukan termasuk wilayah cakupannya.

“Kami-kami ini tidak pernah membantah, bahkan pendukung penuh semua program Pemkab Banyuwangi yang melibatkan Madrasah. Bahkan saat Festival Anak Yatim, MI dilibatkan dengan mendatangkan 8 Group Drum Band pilihan. Namun Pak Bupati enggan menemui kami dan mewakilkan kepada Pak Yusuf Wakil Bupati yang membuka dan menemui kami-kami. Jadi kami tidak bisa menagih janji, karena sejak awal yang menjanjikan Pak Bupati,” tambah Hasyim.

Gus Riza saat menjelaskan kepada peserta pertemuan. (Foto: istimewa)
Gus Riza saat menjelaskan kepada peserta pertemuan. (Foto: istimewa)

Menanggapi berbagai Curhat (Curahan Hati) pesertya pertemuan, Gus Riza dengan sabar menguraikan satu persatu permasalahan. Masalah Guru Ngaji yang mendapat bantuan Rp. 500 ribu per bulan, paslon Mas Yusuf-Gus Riza sepakat akan menaikan. Juga masalah pendidikan, targetnya setiap keluarga miskin minimal satu Sarjana.

“Kalau masalah kewenangan sebagai Wakil Bupati kelak, sampean semua jangan kawatir. Mas Yusuf sebagai Calon Bupati dalam berbagai kesempatan berjanji, akan memfungsikan Wabubnya secara porposinal. Intinya, Mas Yusuf tidak ingin Wakil Bupati kelak  seperti yang dialami selama 10 tahun, tidak difungsikan atau diberi peran apapun,” pungkas Gus Riza. (sen)

_blank

Kabar Terkait