oleh

Hamparan Pasir Keemasan di Pantai Mustika Pancer

KabarBanyuwangi.co.id – Pontesi Wisata Pantai Banyuwangi, seakan tidak pernah habis digali dan diekspoitasi. Salah satunya Pantai Mustika di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Pulau Merah yang sudah terkenal lebih dulu, tinggal jalan di hamparan pasir keamasan sepanjang pantai kurang lebih 4 kilometer.

Sebetulnya, untaian mustika di pantai Banyuwangi, terbentang dari Kecamatan Wongsorejo hingga Sukamade, dan panjangnya mencapai 175 kilometer. Kekayaan alam yang tersimpan sangat menjanjikan untuk bisa dikelola menjadi sumber penghasilan masyarakatnya. Salah satunya pantai Mustika, lokasinya diantara Pantau Pulau Merah dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pancer Kecamatan, Pesanggaran.

Selain kilauan warna kuning keamasan saat mendapatkan sinar matahari, debur ombaknya bagai nyanyian nelayan yang telah bertahun tahun mengakrabinya. Airnya benrwarna putih dan halus, disertai hijau tetumbuhan yang tertiup angin, makin menyejukkan suasana. Gugusan bukit-bukit batu di tengah laut, seakan memaksa kita menikmatinya dan enggan melapas pandangan.

Sebagai pelengkap menikmati keindahan pemandangan Pantai Mustika, sekitar pantai para nelayan membuat warung-warung yang tertata rapi. Selain sebagai penambah penghasilan, para nelayan ini juga ikut andil dalam menjaga kebersihan pantai.

“Guna memenuhi unsur wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) wilayah Mustika menggenjot pengelolaan kawasan tersebut. sebagai salah satu pernik destinasi yang tersebar di Banyuwangi,” papar Kadisbudpar MY.Bramuda didampingi Ketua Pokdarwis Pantai Mustika, Farid.

Pantai Mustika. (Foto: istimewa)
Pantai Mustika. (Foto: istimewa)

Tiket masuk Pantai Mustika Rp. 5000,- biasa dan Rp. 7500 pada hari Minggu atau hari libur. Parkir kendaraan roda dua Rp. 2000,- hari biasa dan Rp. 3000 pada hari Minggu dan libur. Parkir mobil Rp. 4000 hari biasa Rp, 5000,- hari Minggu dan libur. Sementara parkis Bus Rp. 10.000,- hari biasa dan Rp. 20.000 pada hari minggu dan libur.

“Sebelum muncul wabah corona, pengunjung membludak. Rombongan-rombongan anak sekolah ada yang dari Banyuwangi dan banyak yang dari luar Banyuwangi. Pokoknya syukur Alhamdulillah, Banyuwangi dianugerahi alam yang indah sebagai salah satu jalan rejeki masyarakat kami,” imbuh Farid.

Pada hari biasa, selain warung-warung nelayan yang menyediakan makanan dan minuman, juga banyak ditemui di tempat lain. Sebelumnya ada kuliner khas pantai Mustika, yaitu udang Lobster dan es Kelapa muda.

“Namun sejak sepi akibat corona, penyedia kuliner tersebut tutup sementara sambil menunggu situasi pengunjung normal,” jelas Farid.

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi).

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait