Salah seorang pedagang cabai di Pasar Blambangan, Banyuwangi. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Harga cabai rawit merah kembali
mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan. Imbasnya, para pedagang terpaksa
mengurangi stok penjualan cabai.
Salah seorang pedagang di Pasar Blambangan, Banyuwangi,
Diama (33) mengaku tidak berani membeli cabai dari tengkulak dalam jumlah
banyak. Selain harganya mengalami kenaikan, pembeli juga mengurangi pembelian.
Saat ini, kata Diama, harga cabai rawit merah mencapai Rp. 80 ribu
perkilogramnya.
"Beberapa waktu yang lalu harga cabai rawit merah
sempat naik drastis hingga Rp 120 ribu per kilogramnya, lalu turun ke Rp 100
ribu, besoknya lagi Rp 90 ribu, besoknya lagi Rp 75.000, hingga turun ke harga
Rp 60.000. Dan sekarang kembali naik Rp 80.000," ungkapnya, Sabtu
(3/4/2021).
Dengan adanya kenaikan harga tersebut, saat ini para
pedagang mulai mengeluh karena merugi. Akibatnya, pedagang mengurangi stok
cabai.
"Sebelum harganya naik, saya biasanya menyetok sampai 30
kilo, sekarang harga naik nyetok 20 kilo. Stok 30 kilo itu bisa habis dalam
sehari ketika harganya stabil, tapi sekarang malah sebaliknya," keluhnya.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa harga
cabai kembali naik, namun dia berharap harga cabai bisa kembali stabil.
"Mudah-mudahan harganya bisa kembali turun. Jika terus naik, pendapatan
saya berkurang mas," akunya.
Ditambahkan Diama, harga cabai merah besar juga mengalami
kenaikan. Dari yang semula harganya Rp 35 ribu, kini naik mencapai Rp 50.000
per kilogramnya. "Cuman cabai yang naik harganya, lainnya masih
normal," pungkasnya. (fat)