oleh

Hongkong Lockdown Lagi, dan Larangan Sholat Idul Adha

KabarBanyuwangi.co.id – Hongkong adalah negara yang juga mempunyaui sebutan lain sebagai Negara Beton. Negara yang tidak pernah mati kegiatan ekonominya dan banyak cerita tentang Pasar, Buruh Migran dari negara-negara lain, Mall, lampu-lampu gemerlap dan bangunan gedung pencakar langit.

Namun Hongkong dulu yang punya cerita dan iming-iming emas berlian, tidak akan sama dengan Hongkong sekarang. Lockdown sudah dilakukan Hongkong beberapa bulan lalu, tetapi sekarang diberlakukan kembali.

Masyarakat Hongkong dilaporkan juga semakin banyak yang terkana virus Corona. Pandemi Covid-19 sudah menyebar seantero jagad, peraturan pemerintah Hongkong tegas. Pertama tidak boleh kumpul, majikan juga tidak mengijinkan pembantunya libur. Sekolah dilakukan dari rumah, atau daring seperti juga di Indonesia.

Baca Juga: Wisata Pantai Ma On Shan Saat Lockdown

Baca Juga: Larosa Arum: Komunitas Buruh Migran Pelestari Gandrung di Hongkong

Semua Taman di Hongkong, juga Causewaybay dan lapangan rumpu Victoria dinyatakan tertutup. Padahal biasanya, cece-cece yang berlibur mengahbiskan waktunya di tempat ini. Tidak ada cerita lagi kumpul-kumpul buruh migran, apalagi latihan kesenian daerah oleh para buruh migran. Padahal biasanya selain tempat melepas penat dan rindu sesama teman, Victoria juga tempat hiburan yang murah meriah.

Para majikan di Hongkong banyak yang takut keluar rumah, juga tidak meberi ijin pembantunya libur dan keluar rumah. Kebutuah hidup sehari-hari, dipenuhi dengan belanja sayur-sayur, daging dan ikan di pasar atau mall yang mulai sepi. Taksi dan kendaraan lainnya, juga sudah jarang yang beroprasi, karena banyak sopir yang terkena corona.

Pasar Ikan sepi pembeli. (Foto:Tirto Arum – Hongkong)
Pasar Ikan sepi pembeli. (Foto:Tirto Arum – Hongkong)

Social distancing, atau jaga jarak fisik harus satu setengah meter. Jika ke warung atau restoran, tidak boleh menggunakan sendok dan makan bersama di tempat. Harus cuci tangan dengan sabun, kalau habis bepergian dari manapun. Ya Allah, lama banget ujian penyakit ini. Semoga saya dan keluarga serta teman-teman buruh migran dari Banyuwangi semua, juga daerah lain di Indonesa diberi kesabaran dan tabah menerima cobaan ini.

Lebaran Idul Fitri lalu, pertama Hongkong dibuka setelah lockdown pertama selama satu bulan. Saat pertama dibuka, sudah banyak demontrasi dari anak-anak muda Hongkong. Hanya hitungan minggu, kemudian pemerintah Hongkong mengumumkan Covid-19 level dua.

Setelah Idul Adha, katanya akan ada ketentuan Panti Pijat, Spa, Warung dan Restoran, Sekolah, Taman, Kantor, Bandara semua akan ditutup lagi. Kalau banyak warung dan restoran yang ditutup, tidak ada lagi tempat orang makan bersama-sama. Pertama masih ditoleransi orang berkumpul di tempat terbuka sebanyak 50 orang, sekarang hanya diperbolehkan orang delapan.

Setelah itu, hanya diperbolehkan orang empat, terus orang dua dan sekarang tidak keluar sama sekali. Warung dan Restoran hanya bisa melayani pesanan makanan yang bisa dibawah pulang, tidak boleh makan di tempat. Akibat tidak disediakan tempat duduk, banyak pembeli makanan menyatakan makanannya di sembarang tempat. Mulai di pinggir jalan raya, mulut gang hingga di depat Toilet umum.

Suasana pasar yang sepi pengunjung. (Foto: Tirto Arum – Hongkong)
Suasana pasar yang sepi pengunjung. (Foto: Tirto Arum – Hongkong)

Kalau corona ini belum menemukan obat, terus sampai kapan ekonomi yang sudah lumpuh ini bisa bangkit lagi. Akankan pandemi berakhir dan Hongkong tempat mencari rejeki bagi buruh migran seperti saya, bisa kembali seperti sediakala? Musim panas tahun ini terasa lebih panas, sudah begitu masih harus mengenakan masker, menggunakan face shield. Bagi saya, Hongkong sudah kehilangan senyum seperti yang ditampilkan dalam foto profilnya.

Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan hari Jumat, biasanya teman dan saudara buruh migran, ikut sholat ied. Namun sekarang pemerintah Hongkon dengan tegas tidak memberikan ijin, kejadian ini sama persis saat Hari Raya Idul Fitri. Meskipun saat itu lockdown sudah dibuka, ijin shoat ied tetap tidak keluar. Apalagi sekarang, kondisi Lockdowd kedua.

Lapangan rumput Taman Victori, biasanya digunakan sebagai tempat sholat ied. Sekarang hanya menjadi saksi bisu, tanpa aktivitas seperti sebelumnya. Semoga saja lockdown ini segera dibuka, saya dan saudara-saudara sekalibi sehat wal afiat.

Jangan sampai anda sekalian mempunyai perasaan kawatir berlebihan, tetapi juga jangan menentang ketentuan yang ada. Tidak ada salahnya, kita budayakan cuci tangan dengan sabun seperti kita pulang dari bepergian, jaga jarak dan jaga kesehatan masing-masing. (Tirto Arum – Hongkong)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait