oleh

Ipuk Fiestiandani Rutin Minum Temulawak UMKM untuk Persiapan Tes Kesehatan

KabarBanyuwangi.co.id – Untuk persiapan jelang tes kesehatan syarat sebagai calon Bupati Banyuwangi, di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang pada, Selasa (8/9/2020) besok, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas yang berpasangan dengan H. Sugirah mulai giat melakukan aktivitas olahraga. Selain berolahraga, Istri Bupati Banyuwangi ini juga rutin mengkonsumsi minum temulawak produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi.

“Tidak ada persiapan khusus. Hanya istirahat yang cukup, olahraga, dan seperti biasa saya rutin konsumsi rempah, salah satunya temulawak khas Banyuwangi,” kata Ipuk, Senin (7/9/2020).

Ipuk menambahkan, olahan minuman tradisional temulawak hasil prduksi MUKM Banyuwangi rasanya pas. Tidak terlalu manis ataupun pahit, dan sangat mudah didapat di pasaran. Tanaman obat khas Nusantara ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan terutama meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Didukung Parpol Pengusung dan Pendukung, Ipuk-Sugirah Targetkan 80 Persen Perolehan Suara

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi: Kita Pelototi Sebelas Kerawanan Tahap Pencalonan

Temulawak atau yang dikenal dengan nama Javanese turmeric itu secara uji klinis selain dapat meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh, juga bisa untuk menetralkan racun, menghilangkan nyeri, antibakteri, antioksi, menurunkan kolestereol, dan lainnya.

“Di Banyuwangi banyak ditemukan minuman sari temulawak yang dijual di warung-warung rakyat. Minuman dan makanan berbasis tanaman obat bisa menjaga daya tahan tubuh. Sudah banyak tanaman herbal yang sudah terbukti secara klinis bermanfaat bagi tubuh, sekarang istilahnya fitofarmaka. Cocok dikonsumsi untuk menjaga imunitas,” tambah Ipuk.

Para pelaku UMKM di Banyuwangi mendapat servis lengkap untuk menunjang dan mengakselerasi bisnisnya melalui Rumah Kreatif di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan. Diantaranya mendapatkan fasilitas dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis.

Baca Juga: Pasangan Mas Yusuf-Gus Riza Optimis Menang, Yusuf: Cukup Satu Periode Saja

Pembinaan dan pendampingan tambah intens setelah dihajar pandemi covid-19. Sejumlah produk kemasannya dipermak mulai UMKM batik, fesyen wanita, sepatu, hijab, fesyen pria, tas, kerajinan tangan, peralatan rumah tangga, camilan olahan pangan, minuman tradisional, hingga homestay-homestay milik rakyat, dan lainnnya.

Semenjak musim pandemi seperti saat ini, produsen penjualan minuman tradisional sari rempah di Banyuwangi meningkat tajam. Mereka mengaku kewalahan melayani permintaan pasar yang terus meningkat lantaran rempah-rempah dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga meminimalisasi potensi terkena berbagai virus, termasuk corona.

Salah satu produsen minuman sari rempah “Putri Wangi”, Heru Prayitno menuturkan, penjualan produknya terus meningkat hampir 300 persen di masa pandemi Covid-19 ini. Permintaan datang dari berbagai daerah di Jawa Tumur, seperti Surabaya, Tuban, Jember, dan bahkan, Jogjakarta, hingga Batam.

“Setelah ada corona ini, pesanan saya langsung melonjak, terutama untuk minuman jahe rempah celup dan temulawak celup. Peningkatannya 300 persen, kalau biasanya sehari kita habis 50 box, sekarang bisa sampai 150 box. Sampai Kkami kewalahan,” kata Heru. (red)

_blank

Kabar Terkait