oleh

ISG Sumatera Selatan Mamadukan Kearifan Lokal Banyuwangi dengan Bumi Sriwijaya

KabarBanyuwangi.co.id – Keberadaan Ikawangi Group Sumatera Selatan, tetap menormasatukan tempat berpijak, yaitu Bumi Sriwaijaya. Oleh karena itu, Penasehat ISG Sumsel, Edwin Sudarsono dalam pengarahan acara temu kangen, meminta kepada seluruh anggota keluarga ISG agar membangun komunikasi dan menjalin keakraban antar saudara sesama warga Banyuwangi, dengan tetap memperhatikan tanah tempat berpijak.

“Pentingnya kita guyub rukun dalam wadah ISG, merupakan langkah maju dalam rangka peran serta membangun kesejahteraan ekonomi dan sosial. Selain itu, kita bisa melestarikan kesenian asli Banyuwangi dan kearifan lokal Bumi Sriwijaya, dalam satu kesatuan yang utuh,” tegas Edwin Sudarsono, akrab dipanggil Edwin Laros yang asli Songgon dan sudah 15 tahun tinggal di Sumatera Selatan.

Baca Juga: Geliat ISG, Ingin Menyatukan Warga Banyuwangi di Semenanjung Sumatera

Acara silaturahim sedulur rantau asal Banyuwangi yang berdomisi di Provinsi Sumatera Selatan, berlangsung pada hari Minggu (19/7/2020). Semua warga Banyuwangi yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota, kelihatan antusias bercengkerama dengan saudara seperantauan.

“Acara ini difasilitasi oleh Nurul Fauzi asal Bedewang, Kecamatan Songgon Banyuwangi. Sekarang Kang Nurul tinggal di Desa Surya Aji, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ohgan Komering Ilir atau OKI. Kebetulan Kang Nurul Fauzi Kepala Desa di sana, jadi tempat yang digunakan lebih luas dan tidak menyewa,” kata Herry Susanto, Sekjen ISG Pusat yang kerap menghubungi pengurus ISG lainnya.

Pengurus ISG Provinsi Sumatera Selatan periode 2020-2025. (Foto: ISG Sumsel)
Pengurus ISG Provinsi Sumatera Selatan periode 2020-2025. (Foto: ISG Sumsel)

Pada acara tersebut, juga dikukuhkan Pengurus ISG Provinsi Sumsel, periode 2020-2025. Sebagai Ketua dikukuhkan, H. Suroso asal Desa Genteng yang sudah lama bermukim di kota Palembang. Didik sebagai wakilnya dan Subandriyo sebagai sekretaris. Susyani sebagai bendahara dan Wiyono Bagian Humas. Prosesi pengukuhan secara sederhana, dengan menggunakan adat Banyuwangi.

Pada acara tersebut tarian Gandrung yang disuguhkan, tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Banyuwangi yang ada di perantauan. Meskipun bukan Gandrung profesional, mereka terlihat sangat luwes dalam menarikan seni khas asal tanah kelahiranya. Begitu juga para hadirin, warga  Banyuwangi yang tinggal di seluruh penjuru Sumatera selatan, mereka tampak terkesima menyaksikan tarian warisan leluhurnya.

Meski acara sudah selesai, undangan yang hadir tidak serta merta meninggalkan tempat. Mereka sambil beramah tamah, tampak asik berbincang satu sama lain. Bahkan ada yang masih melanjutkan hiburan, dengan berjoget di lokasi pertemuan bersama grup Tari dan Musik Sekar Arum Sumatera Selatan, milik warga Banyuwangi juga. Mereka mengaku sangat terkesan dengan pertemuan ini, sekaligus berjanji akan pada pertemuan berikutnya. (Hery Susanto)

Salam Jenggirat Tangi, lan seduluran Selawase teko bumi Sriwijaya..

Email: ikawangisg@ gmail.com

Fb: #Ikawangi sumatera group

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank