oleh

Jelang Idul Adha, Omzet Perajin Besek di Lingkungan Papring Meningkat 60 Persen

KabarBanyuwangi.co.id – Setelah adanya kampanye tidak menggunakan kresek atau plastik, panitia penyembelihan hewan qurban beralih menggunakan besek, atau tempat dari anyaman bambu. Kondisi ini berdampak langsung terhadap perajin besek di Lingkungan Papring, Kelurahan/ Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Jelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban yang kurang beberapa hari, omset penjualan besek meningkat tajam, untuk memenuhi pesanan dari berbagai tempat.

“Peningkatan omzet pesanan besek tahun ini mencapai 60 persen, karena setelah adanya kampanye tidak menggunakan plastik sejak 2 tahun lalu, warga berpaling ke besek yang ramah lingkungan. Jumlah pemesan masih sekitaran Banyuwangi, dengan harga perbesek berkisar Rp 2.000,- hingga Rp. 15.000,- tergantung ukuran besek,” terang Widi Nurmahmudy, owner Kampoeng Batara, Papring, Kalipuro, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Gandrung Temu di Tengah Anak-anak Kampoeng Batara

Baca Juga: Saat Anak Rimba Bikin Olahan Pancake Ala Cafe

Hingga saat ini, ada 12 perajin di bawah binaan Kampoeng Batara Papring yang memproduksi besek dan aneka kerajinan dari anyaman bambu lainya. Mereka dalam seminggu, mampu menghasilkan 3000 hingga 5000 besek.

“Di Lingkungan Papring sendiri, total perajin besek dan anyaman bambu berjumlah sekitar 60 orang. Jika ada pesenan banyak, seluruh kekuatan warga Papring akan bersama-sama memenuhi pesanan tersebut,” tambah pemuda kreatif yang sering mendapat pengahargaan regional maupun nasional ini.

Menurutnya, sumber daya alam (SDA) bambu sebagai bahan baku tidak akan pernah habis. Mengingat sekarang di Papring ada gerakan menanam bambu di lahan-lahan atau kebun-kebun warga.

“Kami di Lingkingan Papring ini sangat membutuhkan workshop, atau tempat kerja yang luas. Sehingga hasil kerajinan warga bisa tersimpan dengan baik, bukan seperti sekarang tersimpan di dapur dan bisa merusak kualitas jika dalam waktu lama,” jelas Widi.

Para pemuda Papringan, siap mengantar pesenan besek (Foto: istimewa)
Para pemuda Papring, siap mengantar pesenan besek (Foto: istimewa)

Selain workshop, potensi yang di ada di Papring perlu adanya sentuhan pelatihan khusus. Mengingat sekarang banyak yang memesan khusus, dengan model anyaman terbaru.

“Kalau pesanan khusus, kami hanya bisa memberdayakan 12 perajin yang selama ini sudah aktif mengikuti perkembangan motif anyaman. Namun 60 perajin lainnya, masih memproduksi besek standart seperti yang dilakukan secara turun temurun sejak puluhan tahun lalu,” kata Widi yang juga aktif sebagai jurnalis ini.

Baca Juga: Dampak Haji Batal Berangkat, Pengrajin Songkok Beralih Produksi Face Shield

Generasi-generasi muda di Lingkungan Papring, sekarang tambah bersemangat menekuni kerajinan anyaman bambu. Mereka tertantang untuk mengoptimalkan potensi yang diwarisi secara turun-temurun, juga sumber daya alam yang tidak habis di desanya. Bahkan mereka tidak malu lagi, jika harus mengantar pesanan besek ke Kota.

Widi berharap, ada lembaga  atau instansi terkait yang memberikan pelatihan sebagai tambahan ketrampilan. Mengingat saat hajatan seperti sekarang, sudah banyak orang yang beralih menggunakan souvenir dan buah tangan dari anyaman bambu.

“Saat ini, kami mendapat seribu lebih souvenir pernikahan. Antara pemesan yang satu dengan lainnya beda motif, makanya pengetahuan tentang anyaman ini harus terus diupdate sesuai permintaan,” pungkasnya. (sen)

_blank

Kabar Terkait