oleh

Ketua Cabang GP Ansor Banyuwangi Terancam Teguran Keras dari PP GP Ansor

KabarBanyuwangi.co.id – Kasus baiat anggota Ansor Rogojampi yang menyebar lewat video di Media Sosial (Medsos), ternyata sudah ditangani Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor di Jakarta. Bahkan Tim PP GP Ansor sudah membahas secara khusus, serta menyayangkan terjadinya cara-cara baiat dalam mencari dukungan.

“Nanti sikap dan keterangan resmi dari PP GP Ansor, segera dilakukan, karena sekarang masih menunggu pengurus lain pulang dari arena Kombes GP Ansor XXIII di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kita sudah bahas kasus Ansor Banyuwangi, pastinya ada sangsi,” tegas sumber kabarbanyuwangi.co.id di Jakarta melalui pesan WhatsApp (WA), Minggu (20/09/2020) sore.

Sejak kemarin, beredar luas di jejaring sosial WhatsApp, video Anggota GP Ansor Rogojampi, dibaiat untuk mendukung Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ipuk-Sugirah. Video berdurasi 1 menit 16 detik itu, terlihat sejumlah Anggota Ansor menirukan ucapan pemimpin baiat, untuk memilih pasangan Ipuk-Sugirah pada 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga: Bersama Warga, Ipuk Fiestiandani Galakkan Gerakan Belanja ke Warung Tetangga

Baca Juga: Yusuf Widyatmoko Merasa Diselamatakan oleh Partai Pengusung Hingga Menjadi Calon Bupati Banyuwangi

Baca Juga: KPU Sosialisasikan Aturan Pilkada Serentak, Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas

Suara yang menuntun baiat dalam video itu, ternyata H. Nanang Nur Ahmadi, Ketua MWC NU Rogojampi. Berikut bunyi baiat tersebut:

“Saya bersaksi, demi Allah saya bersumpah. Pada tanggal 9 Desember 2020 nanti, diri saya dan keluarga saya, anak dan bapak ibu saya, dan saudara saudara saya semuanya. Akan saya salurkan politik saya, kepada pasangan Ipuk-Sugirah Lahaula Walakuata Illabillah, demikian sumpah saya, semoga didengar oleh Allah dan dicatat amal baik oleh malaikat sebagai sesuatu amalan yang baik,“ tutup baiat tersebut.

Selain dikenal sebagai Ketua MWC NU Rogojampi, Nanang juga pernah menjadi caleg DPRD Banyuwangi lewat PKB, tetapi gagal. Usai baiat, Nanang masih menegaskan, secara organisasi Ormas tidak boleh berpolitik.

“Tetapi kita harus ambil peran dalam berpolitik, kalau tidak diambil oleh orang lain. Politik ini adalah kekuasaan, Hawal sudah, harus kita rebut,” katanya.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Banyuwangi, Sukron Makmun Hidayat saat dikonfirmasi kabarbanyuwangi.co.id dan sejumlah wartawan, handphone milikya tidak aktif. Begitu juga Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Banyuwangi, KH. Makki Zaini, atau yang lebih pamiliar dipanggil Gus Makki, dua nomer polsel miliknya juga sulit dihubungi. (sen)

_blank