oleh

Menjemput Senja di Pantai Boom Banyuwangi Sambil Menikmati Aneka Kopi

KabarBanyuwangi.co.id – Menikmati akhir pekan di era new-normal ini, tidak ada salahnya datang ke Pantai Boom Banyuwangi. Ada event yang digelar hanya 3 hari dalam seminggu, yaitu Jumat malam, Sabtu malam dan Minggu malam. Event bertajuk: ‘de Koffie Haven van Banjoewangi’ tersebut, bertempat di depan Gudang tua peninggalan Belanda yang saat itu digunakan untuk ekspor rempah-rempah dan hasil Bumi Blambangan, termasuk kopi.

Event ini hasil Kerja sama Kantor Kecamatan Banyuwangi dan Properti Pelindo Indonesia (PPI) serta Relawan Etalase Banyuwangi. Event ini juga sebagai media pembinaan dan pengenalan kopi. Mulai pelatihan, memberi bantuan peralatan lengkap, dan memberi modal kerja kepada Komunitas Tuna Rungu. Ada 3 anggota Tuna Rungu yang dijadikan pilot project, yaitu Bagus, Bilah dan Ayu.

“Di tengah-tengah pandemi dimana kita harus mendorong usaha ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata. Ada 4 stan kopi yang menyungguhkan aneka kopi dan kudapan sederhana. Yang utama adalah pelaksanaan binaan bersama Kecamantan dan PPI, yaitu adik-adik disabilitas tuna rungu,” terang Moch. Lutfi, Camat Kota Banyuwangi kepada kabarbanyuwangi.co.id, Selasa (13/10/2020) malam.

Baca Juga: Pertama, Bilik Kuliner Steril Hadir di Kampung Mandar

Baca Juga: “De Koffie Haven van Banjoewangi”,  Event Ngopi Sambil Menikmati Selat Bali

Kegiatan yang secara ketat menerapkan protocol kesehatan ini, juga diramaikan dengan kehadiran Komunitas Tanaman Hias dan Cupang. Ini juga bagian dari pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

“Ini kita lakukan, karena Marina Boom berada di Kelurahan Kampung Mandar yang notabene berzona hijau untuk Covid -19,” kata Lutfi menegaskan alasannya.

Untuk meramaikan suasana, sambil menikmati kopi di udara terbuka tepi pantai, juga ditampilkan musik akustik Tuna Netra pimpinan Windoyo (tuna netra). Kelompok music akustik tuna netra ini, akan membuat decak kagum para penikmat kopi yang melihat dan mendengarkan alunan suaranya.

“Kadang juga bergantian dengan kelompok akustik lainya, dengan lagu-lagu Usingan,” tambah Lutfi.

Baca Juga: Boom Marina Diproyeksikan Jadi Destinasi Unggulan Pemulihan Ekonomi Nasional 

Pengunjung sangat menikmati event Banyuwangi Weekend, karena bisa berselfi di Gudang Tua dan sore hari menikmati panorama sunset yang menjadi sasaran bidik mereka. Termasuk saat malam hari di atas jam 21.00 WIB, orang bingung mau kemana, maka destinasi ini menjadi alternatif karena buka sampai jam 23.00 WIB atau jam 11 malam.

“Biasanya, wisatawan atau masyarakat setelah keliling kota, merapat ke Boom Marina menikmati keheningan malam, sambil menyeruput kopi hangat buatan Barista dengan tarif terjangkau, rasa kopi dan kudapannya seperti ngopi dan minuman di café-café pada umumnya,” sambung Lutfi berpromosi.

Bisa juga dinikmati dengan lesehan, sambil menikmati cahaya lampu di sekeliling pantai Boom. (Foto: istimewa)
Bisa juga dinikmati dengan lesehan, sambil menikmati cahaya lampu di sekeliling pantai Boom. (Foto: istimewa)

Pengunjung ternyata tidak hanya warga Banyuwangi Kota dan sekitarnya, tidak sedikit pula mereka adalah para wisatawan dari luar daerah yang sangaja berlibur di Banyuwangi. Mereka mengaku terkesan, dengan event yang mewarnai kehidupan malam di Panti Marina Boom Banyuwangi.

“Banyak pengunjung yang usul, agar event ini tetap dilaksanakan secara rutin, karena view atau pemandangan terbaik pada malam hari adalah di tempat ini maka tajuknya menjadi Banyuwangi weekend,” pungkas Camat yang banyak ide kreatif ini. (sen)

_blank

Kabar Terkait