oleh

Menunggu Peran Pemuda Dalam Konsevasi Penyu di Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Ratusan Tukik (anak penyu) yang menetas di penangkaran Banyuwangi Sea Turtle Fondatioan (BSTF) siap dikembalikan ke habitatnya. Pengembalian ini, sering dijadikan acara resmi baik oleh pejabat pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda dan para pelajar. Langkah ini semata-mata sebagai simbol, agar semua pihak punya kepedulian terhadap konservasi.

“Kita akan membentuk satu divisi khusus konservasi, agar dapat mendukung BSTF dalam melaksanakan program pelestarian penyu ini. Kita akan mendorong keterlibatan pemuda dalam konservasi,” ujar Moh. Lutfi Camat Kota Banyuwangi, saat bersama belasan pemuda yang tergabung dalam Forum Karang taruna Kecamatan Banyuwangi di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Uniknya Melihat Langsung Penyu Bertelur di Pantai Boom

Pelepasan ratusan ini, sebagai media pembelajaran tentang konservasi kepada pemuda. Mereka tampak semangat melepaskan ratusan tukik ke habitatnya. Tukit-tukik itu bergerak mengikuti suara ombak dan arah matahari yang baru terbit di pagi hari. Keberlangsungan konservasi penyu yang dilakukan BSTF, masih memerlukan uluran dana dari berbagai pihak.

“Faktor pendanaan juga sangat dibutuhkan, selama 9 tahun ini kami berjuang mandiri. Apalagi setelah adanya pandemi Covid-19 ini, kami juga mengalami kerepotan dan sulit mendapatkan pendanaan,” ujar Wiyanto Haditanodjo, Fonder BSTF yang akrab disapa Pak Wiwit ini.

Upaya membersihkan sampah prastik, agar tidak dimakan penyu yang menepi saat akan bertelur. (Foto: dok istimewa)
Upaya membersihkan sampah prastik, agar tidak dimakan penyu yang menepi saat akan bertelur. (Foto: dok istimewa)

Menyambut keinginan Camat Banyuwangi membentuk Divisi Pemuda Konservasi dan kesulitan, Wiwit dalam pendanaan konservasi, salah satu relawan BSTF yang juga pengurus Forum Pemuda Karang Taruna Kecamatan Banyuwangi, Iwan Wijaya berjanji akan menarik rekan-rekannya untuk terlibat aktif.

“Kepedulian dan keikutsertaan pemuda sangat dibutuhkan, karena itu kami akan segera menambahkan divisi konservasi dalam susunan organisasi Karang Taruna Kecamatan Banyuwangi,” ujar Iwan.

BSTF sendiri telah melakukan program konservasi mandiri, diantaranya merelokasi sarang penyu dari tempat rawan gangguan ke tempat penetasan semi alami. Selain itu, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membersihkan pantai agar penyu tidak memakan sampah plastik yang bertebaran.

“Saat ini, BSTF juga sedang membuat kontent audio dalam sajian dongeng, agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya melindungi penyu. Kami membuat sarana edukasi kepada anak-anak, agar mereka mempunyai kepedulian tinggi terhadap konservasi,” pungkas Wiwit. (sen)

_blank