oleh

Minum Kopi Robusta Ijen di Alam Bebas, Nikmatnya Tanpa Batas

KabarBanyuwangi.co.id – Ada bermacam-macam jenis kopi yang tumbuh di wilayah Kabupaten Banyuwangi, namun Kopi Robusta (Coffea canephora) Ijen adalah kopi yang sangat banyak dinimati. Apalagi meminum Kopi Rubusta Ijen di alam bebas, nikmatnya tanpa batas. Itu yang menjadi tagline El-Kopi, Desa Jack Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Menurut owner El-Kopi Plantation, Teguh Siswanto, Kopi Robusta Ijen mempunyai sejumlah kelebihan. Karena ditanam di timur Gunung Ijen pada ketinggian 405 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mendapatkan sinar matahari yang cukup, mendapat uap garam dari selat Bali, dan taburan belerang dari kawah Ijen.

“Melalui proses honey, dan petik merah, membuat kopi Banyuwangi memang sepesial. Dapat mendekatkan jarak, menghilangkan kecanggungan, menambah daya ingat, dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Teguh Siswanto yang selalu memandu sendiri tamu-tamunya.

Teguh menambahkan, begitu dicecap terasa paduan pahit, asam, dan manis yang samar. Meninggalkan jejak rasa yang susah untuk dijelaskan. Rasa itu tidak tertinggal lama di mulut, membuat ingin meminumnya lagi, dan lagi.

“Inilah yanng membuat orang penyuka Robusta selalu ingin mengulang lagi. Meski ada Robusta di kawasan Raung, namun yang terkenal adalah Robusta Ijen,” ujar teguh.

Menikmati kopi di El-Kopi Plantation, Desa Jack Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi. (Foto: istimewa)

Sementara Kopi Arabika Banyuwagi, umumnya milik Perhutani yang ditanam di lahan 1000 meter mdpl. Sedangkan 95% Kopi Banyuwangi adalah Robusta.

“Meski di Perkebunan Kalibendo ada yang menanam Kopi Arabika, tetapi taste (rasa) Arabikanya tidak muncul, karena ditanam di 700 mdpl,” tambah  Ketua BCC (Banyuwangi Coffee Community) ini.

Baca Juga: Kegiatan Ekonomi Tetap Jalan, Protokol Kesehatan Diuatamakan

El-Kopi adalah Coffee Plantatian seluas 10.640 meter persegi. Batas utara Sungai Secawan, Timur, selatan, dan barat tanah warga dengan tanaman padi. Posisi Caffe ada di tengah kebun kopi, dekat kawah Ijen. Hanya 30 menit menuju kawah, 15 menit dari Banyuwangi Kota, 15 menit dari Stasiun Kereta Api Banyuwangi Baru (Karangasem), dan 45 menit dari Bandara Blimbingsari.

“Udara cukup sejuk di ketinggian 405 mdpl, dengan suasane pedesaan yang kental dengan Kopi Osengnya. El-Kopi Plantation sebagai Labotarium Kopi, sekaligus sebagai ajang edukasi. Masyarakat yang datang ke sini tidak saja ingin menikmati seduan kopi yang alami, dan dilakukan secara manual, tapi lebih dari itu bisa belajar apa saja berkaitan dengan kopi,” jelas Teguh yang juga Presiden IMA (Indonesia Marketeer Association), Chapter Banyuwangi.

Petani sedang memetik kopi.(Foto: istmewa)

Selama ini, mereka yang datang ke El-Kopi Plantation tidak hanya rombongan wisatawan lokal. Melainkan banyak juga wisatawan manca negara. El-Kopi Plantaton tidak buka setiap hari, hanya buka jika ada request tamu. Seperti halnya pengunjung, dan wisatawan lokal, bule-bule yang datang ke El-Kopi umumnya ingin belajar banyak tentang kopi.

“Menikmati tiap detik proses manual brewing, adalah kebahagiaan batin. Metode sedu manual, tidak menggunakan mesin. Tidak ada lampu indikator, tidak perlu terhubung dengan listrik, hanya memerlukan alat kopi seduh yang sederhana, yaitu drippe. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, bagi tamu-tamu bule,”pinta Teguh.

Pada saat pandemi Covid-19, menikmati kopi di alam terbuka merupakan jawaban atas pemberlakuan New Normal. Mengingat lokasinya sangat luas, membuat pengunjung tidak akan berjubel.

“Konsep jaga jarak saat menikmati kopi, memang cocok sekali dilakukan di El-Kopi. Nyeruput Kopi di alam bebas, sambil menikmati kicuan burung liar dan semilir angin pegunungan,” pungkas Teguh. (sen)

Alamat:

El-Kopi Plantation

Dusun Jack, Gumuk Batur, Banjar.

Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi

Jawa Timur 68432

Telepon: 0811-3393-145

_blank

Kabar Terkait