oleh

Pengembangan UMKM Digital Banyuwangi Perlu Pendampingan

KabarBanyuwangi.co.id – Saat ini, kunci mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu inovasi dan transformasi digital. Inovasi tersebut bisa dalam bentuk produk dan membaca peluang bisnis dari yang tidak ada menjadi ada. Selain itu, UMKM dinilai memiliki fleksibilitas, untuk mengambil peluang lainnya sehingga bertransformasi dengan mengikuti situasi dan perkembangan di masyarakat.

Nah, fleksibilitas itu dapat dilakukan UMKM, lantaran modal tidak terlalu besar. Meski demikian, UMKM warga Kabupaten Banyuwangi perlu pendampingan dalam berinovasi dan bertransformasi digital. Tidak bisa hanya dijejali wacana, tanpa ada pengarahan tekhnis.

Kami mengajukan usulan program kerja, dengan proses pendampingan UMKM Go Digital perlu dilakukan. Mengingat tantangan yang dihadapi, antara lain tingkat kesiapan UMKM menerapkan teknologi seperti memakai internet, memanfaatkan media sosial, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Nasib Perajin Jam Tangan Kayu, Sepi Orderan Beralih Jualan Sempol

Baca Juga: Jajanan Tradisional Banyuwangi Tak Kenal Pandemi, Selalu Ramai Pembeli

Selain itu, infrastruktur teknologi juga masih lemah, terutama sinyal yang belum stabil. Sekitar 29,8 persen UMKM di Banyuwangi, sudah memahami bisnis secara daring. Kemudian tantangan lainnya kesiapan SDM, karena UMKM didominasi kualitas SDM belum mumpuni, jadi kesiapan untuk menggunakan internet masih rendah.

Oleh karena itu, Para pemangku kebijakan dan seluruh organisasi masyarakat Banyuwangi, wajib mendorong dan mewujudkan visi misi dalam bidang ekonomi, salah satunya lewat program UMKM Go Digital. Seiring pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Tekhnisnya, kita kumpulkan warga untuk sosialisasi program ini. Kita sampaikan cara-cara mudah membuat sosmed, merek dagang juga kita data, karena harus dilindungi, akses untuk ke media sosial. Seluruh kegiatan usaha warga Banyuwangi  ditransformasikan menjadi satu program  “one place, one UMKM” Setiap Kelurahan/ Desa atau Ormas, mempunyai kewajiban mengangkat UMKM Go Digital.

Baca Juga: Demi Menyambung Hidup, Perajin Batik Khas Banyuwangi Terpaksa Jualan Sayur

Ini bisa dilakukan, dengan UMKM di sekitar kantor kelurahan/ desa atau tempat berkumpulnya para organisatoris itu berdiri. Tentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka silaturahim inovatif.

Seluruh Pemangku kebijakan, ormas, tokoh masyarakat betul-betul mendampingi dengan membuat dan mengenalkan ke media sosial, menjelaskan dan melindungi merek dagang. ini bisa dilakukan, tidak hanya di kawasan itu saja tetapi juga seluruh UMKM warga Banyuwangi.

UMKM sejak awal Indonesia berdiri adalah pahlawan ekonomi, saat ini pahlawan ekonomi sedang sakit karena terdampak Covid-19. Oleh karenanya, kita semua sebagai Warga Banyuwangi wajib memapah jalannya UMKM pahlawan ekonomi tidak boleh berhenti dan mati.

(Penulis: Dzulfikar Rezky, Aktivis Muda NU Banyuwangi)

_blank

Kabar Terkait