
Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Al Mubarok dalam kegiatan Musancab. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi memperkuat konsolidasi seerta memulai menyusun strategi pemenangan dalam menghadapi kontestasi demokrasi.
Penguatan internal organisasi ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) bagi 25 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Banyuwangi dipusatkan di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Minggu (9/8/2026).
"Musancab bukan sekadar agenda rutin pergantian
pengurus, ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target pemenangan serta
meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan yang
berkemanfaatan secara berkelanjutan,” kata Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki Al
Mubarok.
Menurutnya, musyawarah di tingkat kecamatan merupakan
pijakan paling penting dalam penguatan organisasi. Oleh sebab itu, seluruh
jajaran pengurus baru diharapkan menjadikan tekad Ketua Umum PKB, Abdul
Muhaimin Iskandar, sebagai semangat bersama.
"Di sinilah kader-kader masa depan ditempa. Di
sinilah kerja-kerja nyata di tengah masyarakat dilakukan, kader mencari solusi,
PKB hadir dan bekerja untuk masyarakat, dan dari sinilah kemenangan PKB
dipersembahkan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Zaki itu.
PKB Banyuwangi juga menaruh perhatian besar pada
regenerasi kader. Gus Zaki menyebut partainya kini lebih fokus merangkul
kelompok perempuan dan generasi muda, yang diproyeksikan menjadi pemilih
dominan pada pemilu mendatang.
"Target kita 13-14 kursi, dan itu harus dirancang
mulai sekarang,” kata Gus Zaki yang kini juga duduk di kursi anggota Komisi IV
DPRD Banyuwangi .
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Syuro DPC PKB
Banyuwangi, Ma'mullah Harun menjelaskan, proses rekrutmen pengurus dilakukan
melalui mekanisme yang baku dan terukur.
Menurutnya, calon pengurus tidak dipilih secara instan,
melainkan melalui proses pendalaman terhadap rekam jejak, kinerja, loyalitas,
profesionalitas dalam berpartai, hingga mengikuti uji kompetensi.
“Mekanisme ini dirancang untuk menghindari konflik
internal, kubu-kubuan, dan menjaga keutuhan partai. Semua mengikuti sistem yang
sudah ditetapkan,” jelasnya.
Anggota Komisi A DPRD Jatim itu menegaskan, PKB merupakan
partai yang berpijak pada nilai-nilai religius dan nasionalis. Karenanya,
seluruh kader didorong tetap menjaga komitmen kebangsaan serta mendukung
berbagai program pemerintah yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
“Kami tetap berkomitmen menjaga kebebasan beragama,
kebebasan berpendapat, kebebasan berekonomi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Militansi kader tidak boleh mengurangi semangat nasionalisme,” kata Ma'mullah
Harun. (fat)