oleh

Penutupan Pameran Kepurbakalaan, Diwarnai Penyerahkan Benda Bersejarah dari Warga Masyarakat

KabarBanyuwangi.co.id – Prabowo, warga Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, salah satu peserta Pameran Kepurbakalaan, mewarnai acara penutupan kegiatan bertajuk kepurbakalaan dengan penyerahan peninggalan sebagian property pakaian kebesaran Bupati ke 7 Banyuwangi Raden Tumenggung (RT) Astro Kusumo, kepada Disbudpar yang diterima langsung oleh Kadisbudpar, MY. Bramuda, setelah menutup acara Pameran Kepubakalaan, Sabtu (5/9/2020)

“Saya ini salah satu buyut dari anggota keluarga Bupati RT. Astro Kusumo. Kami merasa bersalah jika peninggalan buyut rusak nganggur. Apalagi terus dijualbelikan. Kami pikir lebih baik diserahkan kepada Pemerintah untuk memeliharanya,” kata Prabowo usai menyerahkan benda bersejarah.

Baca Juga: Benda Cagar Budaya Masih Berserakan di Banyuwangi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, YM. Bramuda mengaku bersyukur menerima amanat untuk merawat benda bersejarah tersebut.

“Alhamdulillaah. Secara peibadi dan selaku Kadisbudpar menerima dengan rasa bangga, karena ada warga yang mempercayakan kepada Dinas untuk merawat barang peninggalan bersejarah. Ini lambang bentuk kerja sama antara Pemerintah dengan rakyatnya. Benda-benda berupa dua songkok, satu topi lapangan, beberapa kancing dan assesoris baju kebesaran serta foto tahun 1888/1889 berlatar Peringgitan Istana Banyuwangi, akan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Bramuda

Kadisbudpar Banbyuwangi, YM Bramuda saat menerima benda bersejarah dari Warga. (Foto: istimewa)
Kadisbudpar Banbyuwangi, YM Bramuda saat menerima benda bersejarah dari Warga. (Foto: istimewa)

Bramuda menambahkan, dengan adanya benda tersebut di museum Blambangan, nantinya akan menjadi salah satu obyek penelusuran sejarah, bahan penelitian bagi para Peneliti dan lain-lain.

“Sekali lagi, saya sampaikan apresiasi yang setinggi tingginya. Karenanya, Pak Sekdin, hendaknya Pemerintah tidak sekedar menerima dengan penandatanganan berita acara, tolong Pak Sekdin diagendakan acara pemberian tali asihnya,” ucap Kadisbudpar di atas panggung kepada Sekdin Budpar, Cholilul Ridho.

Penutupan Pameran Kepurbakalaan 2020 di halaman Disbudpar Banyuwangi juga dihadiri Kadisbudparprov Jawa Timur, Sinarto. Pada acara penutupan itu diserahkan pula hadiah, kepada para pemenang Lomba Vlog dan Karya Tulis Ilmiyah bertema kesejarahan.

“Secara pribadi, saya sudah memiliki hubungan emosional dengan Banyuwangi. Saya pernah belajar nabuh musik Banyuwangen dan pernah belajar tari Banyuwangian. Kegiatan semacam ini hendaklah ditindaklanjuti dengan kegiatan yang berkesinambungan. Karenanya, saya akan memerintahkan Tim Cagar Budaya Provinsi untuk melakukan pendampingan dalam mengurus benda benda purbakala utamanya yang mengandung nilao nilai sejarah. Saya sangat mengapresiasi kegiatan masyarakat Banyuwangi. Semangat terus Banyuwangi, meski kita saat ini masoh berada di tengah masa Covid 19,” tandas Sinarto yang juga seorang Dalang Wayang Kulit.

Baca Juga: Milineal Banyuwangi Diharapkan Mampu Menggali Potensi Masa Lalu Peninggalan Purbakala

Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Gelar Pameran Benda Purbakala dan Lomba Vlog untuk Kaum Milenial

Usai menyerahkan hadiah pemenang lomba Kadisbudparprov. Jatim didampibgi Kadisbudkab Banyuwangi bergeser ke parkiran belakang untuk membuka pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Widodo. Pagelaran tersebut mengalami pergeseran waktu. Sedianya dimulai pukul 19.00 Wib sampai 23.00 WIB, menjadi pukul 20.30 s.d. 24.00 WIB.

“SOP atraksi seni pertunjukan di masa Pandemi Covid 19, seperti gelaran Wayang Kulit, Janger dan sejenisnya yang biasanya digelar semalam suntuk, harus mengurangi durasinya hanya sampai pukul 23.00 Wib. Lebih dari itu, akan ada tindakan dari Gugus Covid 19 Kabupaten. Banyuwangi. Dan itu telah disepakati dan disadari bersama. Karena dalam menentukan pointer SOP kami melakukan rapat dengan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dan seluruh pelaku seni, pemilik grup kesenian dan seluruh ketua sanggar seni. Dari pada berhenti greg? Kita saja yang punya gaji bulanan sangat merasakan dampak ekonominya. Apalagi teman teman yang ekonominya banyak bergantung pada kesenian?,” jelas Sekdin, Choliqul Ridha.

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait