oleh

Penyakit Chikungunya Jangkiti Puluhan Warga di Dusun Garit, Alasmalang

KabarBanyuwangi.co.id – Sebanyak 28 warga Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh Banyuwangi terjangkit penyakit Chikungunya. Bedasarkan keterangan Kepala Dusun setempat, penyakit Cikungunya sudah menjangkiti warga sejak pertengahan Mei lalu tidak dalam satu waktu, melainkan secara beruntun.

“Sejak akhir Ramadan sampai hari ini masih ada dua orang yang sakit kena Chingkungunya. Gejalanya mengalami demam, nyeri dipersendian, tenggorokan sakit ada yang lumpuh,” ujar Selamet Suhardi, Kepala Dusun Garit, Selasa (9/6/2020).

Nur Yasin, salah satu keluarga yang terjangkit Chikungunya mengaku anak, istri, dan bapaknya mengalami demam, persendian terasa sakit, tenggorokan panas selama 2 hari. Bahkan, anaknya terkena gigitan nyamuk Aides Aygepty hingga sebagian kulit arinya melepuh.

“Saya satu keluarga terkena penyakit Chikungunya. Yang kena pertama anak saya berusia 3 tahun, terus istri, dan bapak saya. Saya dua hari, kalau yang lain selama 3 hari lebih. Ini masih ada bekasnya. Sudah saya obati di Puskesmas, Alhamdulillah sudah sehat,” kata Nur Yasin

Pengakuan yang sama juga dilontarkan oleh, Aditya. Selain satu keluarga mulai dari istri, anak, dan bapaknya, para tetangga juga terjangkit Chikungunya. Dirinya mengaku baru sembuh setelah seminggu berobat di Puskesmas.

“Gejalanya ya sama, tapi tidak bersamaan. Hanya jeda beberapa hari saja waktu Lebaran seminggu. Saya seminggu, anak sekitar 3 harian gitu. Setelah Lebaran dan sekarang sudah sembuh,” tutur Aditnya.

Sementara itu, imbas adanya 28 Warga yang terkena penyakit Chikungunya, Dinas Kesehatan Banyuwangi melalui Puskesmas Singojuruh langsung melakukan tindakan pemberantasan nyamuk Aides Aygepty dengan foging.

Petugas kesehatan bersama warga juga ikut serta melakukan penyemprotan di lingkunganya. Selain foging, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan menguras bak mandi sesering mungkin.

“Kita sudah lakukan foging di daerah yang terkena penyakit Chikungunya. Foging dengan swadaya dengan alat yang di pinjami dari puskesmas Singojuruh. Sudah kita lakukan kemarin dan hari ini,” ujar Selamet Suharli.

Kepala Puskesmas Singojuruh, Pri Bintoro mengatakan, dari laporan kepala Dusun, pihaknya langsung terjun ke lapangan. Petugas medis juga menemukan beberapa warga yang masih mengalami sakit.

“Datang ke lokasi, melakukan pengamatan, ditemukan warga yang menderita kita periksa, diobati. Kita beri penyuluhan PHBS dan Gertak BSM Plus. Kita laporkan ke Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Camat dan pemerintah desa kita tindaklanjuti dengan foging,” pungkas Kepala Puskesmas Singojuruh, Pri Bintoro. (man)

_blank

Kabar Terkait