oleh

Perketat Protokol Kesehatan, Banyuwangi Siap Jadi Destinasi Acara Kementerian

KabarBanyuwangi.co.id – Pemkab Banyuwangi gencar melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan protokol kesehatan, mulai di restoran, kafe, rumah makan, hotel, homestay, fasilitas transportasi publik, hingga destinasi wisata. Langkah ini dilakukan untuk menyambut ditunjuknya Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang akan dijadikan tujuan atau tempat kementerian/lembaga pemerintah pusat menggelar kegiatan kedinasan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat yang menjadikan Banyuwangi sebagai satu dari delapan daerah di Indonesia yang akan menjadi sasaran tempat kegiatan kedinasan kementerian/lembaga, yang waktunya masih akan diatur oleh pemerintah pusat.

”Tentu ini akan mulai menggeliatkan ekonomi daerah. Olahan pangan, oleh-oleh, kerajinan, jasa transportasi, warung-warung rakyat, homestay, hotel, pemandu wisata, pelaku usaha kecil dan menengah, semuanya akan kembali bergeliat. Untuk menyambut itu, evaluasi terus-menerus kami lakukan, tiap hari tim keliling mengecek penerapan protokol kesehatan. Tidak mudah, tapi langkah ini harus dilakukan untuk menjamin keselamatan bersama,” ujar Anas, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Gugus Tugas Evaluasi Pelaku Usaha yang Langgar Protokol Kesehatan

Baca Juga: Tidak Patuhi Protokol Covid-19 Sejumlah Warung Ditutup Paksa

Baca Juga: Pesona Api Biru Kawah Ijen Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 50 Persen

Pemkab Banyuwangi, sambung Anas, juga terus berkeliling memberikan sertifikasi penerapan protokol kesehatan ke para pelaku usaha. ”Mulai hotel, homestay, destinasi, kafe, restoran, warung rakyat, dan sebagainya kami sertifikasi. Bahkan, pemandu wisata pun disertifikasi bukan hanya terkait hospitality-nya, tapi juga penerapan protokol kesehatan,” papar Anas.

Asisten Administasari Pembangunan dan Perekonomian Banyuwangi, Guntur Priambodo, menjelaskan, salah satu upaya yang ditempuh Banyuwangi untuk memastikan wisatawan dan tamu terjamin keamanannya adalah dikeluarkannya sertifikasi protokol kesehatan oleh Gugus Tugas.

“Yang sudah oke, diberi sertifikat, ditempelkan di lokasi dan ditampilkan di aplikasi sehingga mudah dicari pengunjung. Tapi dievaluasi berkala, jika melanggar, sertifikatnya dicabut, tempat usahanya ditutup sementara sampai ada pembenahan,” ujarnya. (hms)

_blank

Kabar Terkait