oleh

Polresta Banyuwangi Ringkus 10 Orang Diduga Pelaku Judi Togel Online

KabarBanyuwangi.co.id – Maraknya aksi perjudian jenis judi toto gelap (togel) secara online di tengah masa pandemi Covid-19, membuat pihak kepolisian Polresta Banyuwangi geram. Sebanyak sepuluh orang pelaku dugaan kasus judi togel berhasil ditringkus oleh Tim Buru Sergap (Buser) di lokasi yang berbeda.

Mereka adalah, DW, NF, dan MM warga asal Kecamatan Singojuruh, SS asal Kecamatan Muncar, MS dan ID asal Kecamatan Kalibaru, AK, TM, IS, dan CA asal Kecamatan Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus judi togel online berhasil diungkap setelah Tim Cyber Crime melakukan penyelidikan di sejumlah situs judi online yang marak menyebar di masyarakat melalui handphone maupun media sosial.

“Setelah masuk dalam situs tersebut kita kembangkan, kita berhasil mengungkap sepuluh orang tersangka ini dengan sembilan laporan masyarakat ke polisi selama bulan Agustus 2020,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Pura-Pura Beli Motor, Pria Bertato Ini Malah Bawa Kabur Motor Penjual

Baca Juga: Usai Melakukan Enak-Enak Dengan Wanita Bokingan, Pelaku Embat Handphone

Baca Juga: Duh, Bocah 7 Tahun Diduga Dicabuli Pemuda dengan Iming-Iming Bakso

Arman menambahkan, pengungkapan kasus perjudian ini akan terus dikembangkan oleh Tim Cyber Crime. Sebab, di dalam situs judi online tersebut melibatkan banyak orang. Tim Cyber Crime juga terus memantau pergerakan sejumlah situs judi online yang dikendalikan dari dalam dan laur negeri.

“Dalam perkembangannya, memang judi online ini sangat fantastis. Karena memang orang yang mengikuti judi online tersebut bisa mengakses melalui apa saja seperti smartphone maupun laptop yang sudah terhubung dengan jaringan internet,” tambah Kombes Pol Arman Asmara Syarfudin, yang sukses membongkar kasus prostitusi online artis beberapa tahun lalu di Polda Jatim. .

Semenara itu, dari hasil pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti 8 unit handphone berbagai merk, uang tunai sejumlah Rp. 427 ribu, 6 buah ATM dengan total saldo sebesar Rp. 2 juta, dan 5 lembar kertas rekapan nomor togel.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku akan dijerat Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP Sub Pasal 303 ayat (1) ke-2 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (fat)

_blank

Kabar Terkait