oleh

Polresta Bersama Untag Kalaborasi Dalam Program Kampung Tangguh Semeru

KabarBanyuwangi.co.id – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi mengajak sivitas akademika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi berkolaborasi dalam program Kampung Tangguh Semeru.

Untuk mematangkan kalaborasi, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengundang hadirkan Rektor Untag, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, beserta jajaran sivitas untuk melakukan penelitian terkait Kampung Tangguh Semeru, Rabu (3/6/202) kemarin.

“Kami menyadari bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam penyelesaian masalah sosial dari dampak Covid-19 tanpa adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk akademisi,” kata Kapolresta Banyuwangi.

Arman menambahkan, jika Kampung Tangguh dilaksanakan dengan benar, kedepanya akan meringankan tugas kepolisan dalam mengatasi, dan mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, jika Kampung Tangguh dikelola dengan baik, maka akan berdampak pada stabilitas Kamtibmas.

Maka dari itu, kepolisian harus ikut melakukan aksi ini dengan mencari masalah yang ada, dan melakukan intervensi yang tepat. Karena Kampung Tangguh Semeru bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan dalam mengatasi persoalan di wilayahnya secara mandiri dan bergotong royong.

“Program penguatan Kampung Tangguh Semeru dapat dilakukan dengan penambahan fitur baru disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Menitikberatkan kepada keterlibatan elemen masyarakat, termasuk akademisi dalam rangka menemukan solusi terhadap adanya permasalahan sosial yang ada,” tambah Kapolresta.

Dalam pertemuan tersebut, kapolresta juga mempersilakan Rektor Untag untuk mengkritisi secara akademis kebijakan yang dilakukan Polresta Banyuwangi. Karena kritik sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, untuk kemajuan Kabupaten Banyuwangi.

“Bersikap kritis untuk kemajuan masyarakat, juga merupakan wujud pengabdian masyarakat dan kami yakin Untag Banyuwangi dapat memberikan kontribusinya,” tambah perwira tiga melati dipundaknya itu.

Selain itu, Polresta Banyuwangi harus bersinergi bersama perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan, dan dampak sosial yang ditimbulkan Covid-19 di masyarakat.

“Pandemi Covid-19 memberikan hikmah kepada kita semua untuk lebih dekat lagi bekerja sama, dan bersinergi mengatasi dampak sosial yang disebabkan Covid-19,” pintanya.

Sementara itu, Rektor Untag Banyuwangi yang hadir bersama sivitas akademika menuturkan, dirinya menyambut baik, dan siap berkolaborasi dengan Polresta Banyuwangi. Sivitas akan mengawal, mengawasi, mendukung, dan memberi masukan, serta kritikan agar tujuan pembentukan Kampung Tangguh bisa tercapai.

“Kami menyambut baik ide, gagasan dan upaya yang dilakukan oleh Kapolresta Banyuwangi bersama anggotanya dalam membentuk Kampung Tangguh. Dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran, kemandirian dan memperkuat semangat gotong royong warga menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, Rektor Untag Banyuwangi.

Andang Subaharianto melanjutkan, pihaknya siap berkolaborasi dan bekerjasama dengan Polresta Banyuwangi dalam memberikan pendampingan, dan asistensi terhadap 34 Kampung Tangguh di Banyuwangi dengan 6 Kampung Tangguh yang ada warga terpapar Covid-19.

“Ke depan dari 34 Kampung Tangguh yang ada harapannya bisa ditiru kampung lainnya. Sehingga di Banyuwangi ke depannya akan terbentuk kemandirian masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 secara merata di semua Kelurahan dan Desa,” pungkasnya. (red)

_blank

Kabar Terkait