
Siswa SRT Banyuwangi boyongan ke gedung permanen. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Ratusan siswa Sekolah Rakyat
Terintegrasi (SRT) Banyuwangi mulai menempati gedung permanen di Desa
Blambangan, Kecamatan Muncar.
Pemindahan massal dilaksanakan seiring dengan rampungnya
pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat. Para siswa mulai boyongan pada
Selasa (11/8/2026).
Kepala SRT Banyuwangi Winarno mengatakan, total ada 123
siswa jenjang SD hingga SMA yang dipindahkan dari Balai Diklat Licin ke gedung
baru di Kecamatan Muncar.
"Seluruh siswa lama yang ada di Licin semuanya kita
ajak bergabung ke SRT permanen. Selain siswa, seluruh guru dan tenaga
kependidikan juga telah dipindahkan ke gedung permanen," kata Winarno.
Winarno menyebut, selain dari Balai Diklat Licin, 62 siswa
SRT yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) juga akan dipindah ke gedung permanen.
"Kalau yang dari BPVP, khusus siswa lama, akan
bergabung hari Sabtu mendatang. Intinya minggu ini seluruh siswa yang ada di
sekolah rintisan Insyaallah sudah menempati gedung baru," terangnya.
Winarno menyebutkan, SRT Banyuwangi saat ini memiliki 262
siswa baru. Mereka berasal dari seluruh kecamatan di Banyuwangi dan terdiri
atas jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pihaknya menargetkan seluruh siswa sekolah rintisan sudah
menempati gedung permanen di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar pada akhir
Agustus 2026.
Dari sisi fasilitas, sarana pendukung pembelajaran dan
asrama telah tersedia. Namun, sejumlah pekerjaan finishing gedung masih
dilakukan, seperti pengecatan, perbaikan lantai, serta pemasangan kunci dan
perlengkapan lemari.
"Kalau daya dukung belajar sudah lengkap, kemudian
daya dukung asrama sudah lengkap. Tinggal kelengkapan gedung karena masih ada
finishing, seperti pengecatan, perbaikan pengepelan, dan pemasangan
kunci-kunci," kata Winarno. (fat)