oleh

Satgas Covid-19, Tutup Paksa Rumah Karaoke Terbesar di Kota Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, terus melakukan evaluasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sejumlah warung, toko, cafe dan rumah Karaoke. Rumah Karaoke terbesar di kota Banyuwangi terpaksa ditutup, karena tidak mempunyai stiker sertifikat operasional di tengah era Normal Baru, Senin (13/07/2020) malam.

“Penutupan ini sekalagus ingin menegaskan, bahwa dalam penegakan Protokol Kesehatan kami tidak tebang pilih. Siapapun yang melanggar, tetap kami tindak. Bahkan dalam pelaksanaannya, mereka yang sudah bersertifikatpun tetap kami evaluasi,” tegas Camat Banyuwangi Kota, Moch Lutfi.

Baca Juga: Perketat Protokol Kesehatan, Banyuwangi Siap Jadi Destinasi Acara Kementerian

Baca Juga: Gugus Tugas Evaluasi Pelaku Usaha yang Langgar Protokol Kesehatan

Baca Juga: Tidak Patuhi Protokol Covid-19 Sejumlah Warung Ditutup Paksa

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, ada 9 pelaku usaha yang dievaluasi berdasarkan hasil pemantauan, yaitu 3 toko dan 6 pelaku usaha kuliner. Sesuai hasil evaluasi, atas nama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi, terpaksa menutup tempat tempat tersebut.

”Kami keluar-masuk tempat usaha untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Intinya, ekonomi harus berjalan Kita semua harus kembali produktif, tapi juga harus optimal dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari segala macam jenis penyakit. Sosialisasi sudah kami lakukan sejak awal Juni, simulasi sudah dijalankan. Penindakan tadi malam ini adalah bagian dari evaluasi kami terhadap apa yang telah kami sosialisasikan. Kami menemukan ternyata ada pelaku usaha yang tidak menaati protokol kesehatan. Sebagai sanksinya, tempat tutup,” kata Bramuda.

Petugas menutup rumah karaoke. (Foto: istimewa)
Petugas menutup rumah karaoke. (Foto: istimewa)

Monitoring dan evaluasi atau Movev penerapan Protokol Kesehatan semalam dilakukan di Conato, Warung Loji, Pesona, bersama Asisten Perekonomian & Pembangunan, Kadis Pertanian, Kepala DLH, Sek Disbudpar, Kepala Diskop UM & Perdagangan, Kasatpol PP. Dalam  Mobev minim ditemukan pelanggaran, hanya perlu pembinaan pengurangan kursi ditanda silang.

“Tidak semua di tutup, ketika kita evaluasi dan pengelola warung, rumah makan dan cafe secara tertib menerapkan protokol kesehatan. Hanya ada koreksi sedikit, misalnya di tempat meja yang sudah disilang kita ambil saja kursinya untuk disimpan digudangnya, agar tidak diduduki tamunya,” tambah Lutfi.

Lutfi kembali menegaskan, penutupan Rumah Karaoke di jalan Mendut, karena tidak ada stiker Sertifikasi.

“Kita sampaikan kepada managemen, silahkan mengajukan verivikasi. Kapan saja kami siap, untuk melakukan simulasi. Nanti tim verivikasi akan turun ke lokasi, apakah sudah memenehui standar atau belum. Kalau sudah memenuhi persyaratan, dalam waktu singkat akan diterbitkan sertifikasi,” pungkas Lutfi. (sen)

_blank

Kabar Terkait