oleh

Sebanyak 50 Nelayan Banyuwangi Dikukuhkan Menjadi Relawan Penjaga Laut Nusantara

KabarBanyuwangi.co.id – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) membentuk 50 nelayan pesisir patai Banyuwangi, menjadi Relawan Penjaga Laut (Rapala) Nusantara. Sebanyak 50 nelayan tersebut dikukuhkan langsung oleh Direktur Kerjasama Bakamla RI Laksamana Pertama Retiono Kunto, di Auditorium Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring Banyuwangi, Rabu (7/10/2020).

Laksamana Pertama Retiono Kunto mengatakan, peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan laut sangat dibutuhkan, sehingga perbentukan Relawan Penjaga Nusantara (Rapala) Banyuwangi, bisa berkolaborasi dengan Bakamla dan instansi terkait untuk mengantisipasi tindak kejahatan di laut.

“Banyaknya pelanggaran dan kerusakan laut, yang dilakukan oleh oknum, diharapkan bisa diantisipasi dan diminimalisir, dengan pendekatan para Rapala bisa melakukan pendekatan secara langsung,” ungkap Laksamana Retiono.

Baca Juga: Perahu Terbalik di Selat Bali, Dua Pemancing Diselamatkan Kru Kapal Feri

Baca Juga: Dua Wisatawan Tenggelam di Pulau Merah, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Tugas Rapala yaitu membantu penjagaan wilayah pantai dan laut di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang memiliki garis pantai sepanjang 187 kilometer, dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia disebelah selatan. Sehingga bisa memberikan respon cepat apabila ada kejadian di laut, mulai dari kecelakaan hingga tindak kejahatan.

“Selain itu juga mendata dan Informasi kejadian yang terkait di wilayah kelautan, Rapala juga membatu penyuluhan kepada nelayan, dan meberikan pertolongan saat ada kejadian di laut,” jelas Laksamana Retiono.

Baca Juga: Korban Tenggelam di Pulau Merah Ditemukan Tewas di Pantai Mustika

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pembetukan Rapala oleh Bakamla yang berasal dari nelayan ini bisa dikolaborasikan dengan program – program pemerintah Banyuwangi. Sehingga mereka bisa bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada nelayan pesisir.

“Wilayah pesisir Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa, sehingga Rapala ini tidak hanya menjaga kemanan laut saja, melainkan bisa mengoptimalkan wilayah pesisir menjadi objek wisata baru, yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Mujiono.

Selama berada di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring Banyuwangi, sebanyak 50 Relawan Penjaga Laut Nusantara tersebut digembleng berbagai materi dan praktek Dasar Keamanan dan Keselamatan Laut dengan materi Penerapan Ideologi Pancasila, Traffic Separation Scheme (TSS), Self Rescue, Water Rescue, Defend & Release, dan Run Swim Run. (san)

_blank